Berita Bethel
Penulis: Pram (21/11/2017)
Guru PAUD Perlu Miliki Kompetensi

Diharapkan pendidik PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) memiliki kompetensi sesuai dengan standar pendidikan yaitu kompetensipedagogik, kepribadian, sosial dan profesional sehingga mereka dapat memenuhi tuntutan kebutuhan dan perkembangan masyarakat. Hal itu merupakan latar belakang diselenggarakannya Diklat Berjenjang Pendidik PAUD Tingkat Dasar di ISmile School, Jakarta Selatan (20-24/11).

Selain itu, Diklat ini bertujuan untuk memperlengkapi pengetahuan dan keterampilan guru-guru PAUD dengan metode mengajar yang berstandar kurikulum 2013. Mereka bertugas sebagai guru di TPA (Taman Penitipan Anak), Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK), Satuan PAUD Sejenis (SPS).

Diklat diadakan dengan provider Yayasan Lima Roti Dua Ikan bekerja-sama dengan GBI Gatot Subroto,Jakarta (Rayon 1 F). Acara pembukaan dilaksanakan pada hari Senen, 20 Nopember 2017 dan hingga berita ini diturunkan, Diklat tengah berlangsung.

Hadir pada sesi pembukaan yaitu Lina (Ka Subdit PKPKK Ditjen GTK PAUD Diknas Kemendikbud RI), Tri selaku Sudin Pendidikan Jakarta Selatan, Marko Budiman (Yayasan Lima Roti Dua Ikan) dan pimpinan ISmile School (Supiani).

Sesuai dengan data yang diberikan Gracia (Kepala Sekolah ISmile) kepada Redaksi, jumlah peserta mencapai 75 orang. Peserta terdiri dari berbagai yayasan, Sekolah TK, PAUD antara lain berasal dari Propinsi Papua, Jawa Tengah, Jabodetabek.

Sementara itu, perwakilan GBI terdiri dari GBI Kebon Sirih-Jakarta, GBI Icon, GBI Menteng-Jakarta, GBI HoJ, GBI Makassar - Sulawesi Selatan, GBI Salatiga-Jawa Tengah, GBI Semarang-Jawa Tengah, GBI CK 2 Jakarta, Rayon 1 E-Jakarta, GBI Daan Mogot-Jakarta Barat, GBI CK 5-Jakarta Selatan, GBI Pangkalan Jati.

Materi yang disampaikan para instruktur antara lain kebijakan PAUD, konsep dasar PAUD, perkembangan anak, cara anak usia dini belajar, komunikasi dalam pengasuhan, gizi dan kesehatan AUD, anak berkebutuhan khusus,perencanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran, peer teaching, etika dan karakter pendidikan PAUD, PAUD dan Gereja. Hal itu disampaikan oleh Yati A.Parikaes M.Pd.K selaku Ketua Panitia kepada Redaksi di lokasi Diklat (Selasa, 21/11), sembari didampingi pimpinan ISmile School (Supiani).

Yati menjelaskan dasar pelaksanaan Diklat ini adalah UUD 1945, UU No. 4 Tahun 1974 tentang Kesejahteraan Anak, UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.58 Tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini.

Menurut keterangan Bernard, Koordinator  sebagai Koordinator Pelaksana Diklat, usai Diklat Dasar ini, peserta akan terjun mengajar selama 25 hari atau 200 jam mengajar. Selanjutnya mereka akan menyusun makalah (tugas mandiri).

Jika mereka melakukan pengajaran dan penyusunan makalah dengan benar, maka mereka berhak mendapatkan sertifikat kompetensi yang ditanda-tangani oleh Ditjen GTK PAUD Diknas Kemendikbud RI.

Ketika Redaksi menanyakan perihal kelanjutan Diklat ini, Bernard menjawab bakalan ada sesi lanjutan yaitu Diklat Berjenjang Pendidik PAUD Tingkat Lanjut selama 60 jam (5 hari). Sementara itu, tingkat paling tinggi ialad Diklat Tingkat Mahir selama 72 jam (6 hari).

Acara bisa berjalan dengan baik dan komposisi panitia yang terdiri dari Yayasan Cahaya Permata Bangsa, Sekolah ISmile, Sekolah IShine, Yayasan Pendidikan Indonesia Bangkit, KB & TK Suradita Cisauk, YKPMI dan TK Cerah.