Berita Bethel
Penulis: Pram (27/11/2017)
Salah Berdoa

Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. (Yakobus 4:3)

Selain kelahiran dan kematian, doa juga merupakan perkara yang sukar dipahami, tak terkecuali bagi umat Tuhan. Ada kemungkinan seseorang tidak menerima apa-apa, sekalipun ia sudah berdoa, karena ia dianggap salah berdoa.

Di manakah masalahnya? Masalahnya ada pada motivasi orang tersebut ketika berdoa di hadapan Allah, yakni ketika doa itu hanya bertujuan untuk memuaskan hawa nafsu.

Doa yang bertujuan untuk memuaskan hawa nafsu adalah doa yang ditujukan untuk kesenangan diri sendiri. Orang yang berdoa untuk kesenangan pribadi tidak akan peduli apakah doanya sesuai atau berlawanan dengan kehendak Allah.Ia juga tidak akan mempertimbangkan apakah doanya akan membawa kebaikan atau keburukan, karena hanya berfokus pada kesenangan pribadi.

Alasan lainnya mengapa doa semacam ini tidak akan “mendapatkan hasil” adalah karena hawa nafsu merupakan manifestasi dari perbuatan daging yang tak berkenan di hadapan Allah. Mereka yang ada di dalam Kristus, perlu belajar untuk menyalibkan segala hawa nafsu dan keinginannya, lalu memberi diri untuk hidup dipimpin oleh Roh Tuhan (bdk. Gal. 5:19; 24-25).

Dalam doa ada unsur komunikasi antara kita dengan Allah. Artinya, kita perlu mengizinkan Dia untuk mengoreksi ketika ada yang keliru, lalu menuntun kita untuk berdoa sesuai dengan kehendak-Nya. Oleh karena itu, mari kita senantiasa memohon agar Tuhan memampukan kita untuk berdoa dengan motivasi yang benar, bebas dari kepentingan pribadi, hawa nafsu, dan hal-hal lainnya yang tidak berkenan di hadapan Allah. [Sumber : renunganharian.net/Foto : Istimewa].