Berita Bethel
Penulis: Pram (01/12/2017)
Raja Segala Sesuatu

“TUHAN sudah menegakkan takhta-Nya di sorga dan kerajaan-Nya berkuasa atas segala sesuatu” (Mazmur 103:19). Cobalah berdiam diri dan merenungkan perjalanan kehidupan kita masing-masing, yaitu tahun tahun yang telah kita lalui. Kalau Anda dan saya hari ini masih ada, itu karena ada Tuhan yang berkuasa atas kehidupan kita yang telah menolong  Anda dan saya dari badai, gelombang kesukaran di tahun-tahun yang telah kita lalui.

Anda sadar atau tidak, sebagai anak-anak Allah,  Ia berjanji akan menyertai Anda dan saya karena Allah  lebih besar dari kesusahan dan kekuatiran kita. Sebagai anak-anak Allah, Anda dan saya dapat meyakini bahwa  Allah lebih besar dari segala masalah, kesusahan dan kekuatiran kita, karena Allah adalah Raja atas segala sesuatu.  Kalau Kita mengakui  Allah adalah Raja atas segala sesuatu, maka hal yang perlu kita ingat adalah:

Pertama,   sebagai   Raja,  Ia  memerintah  atas   segala   sesuatu sebagaimana dikatakan:  “TUHAN sudah menegakkan takhta-Nya di sorga dan kerajaan-Nya  berkuasa atas  segala sesuatu  (Maz. 103:19).

Kalau Tuhan sendiri sebagai Raja yang memerintah atas segala sesuatu sudah menegakkan tahta-Nya di Sorga dan kerajaan-Nya dikatakan berkuasa atas segala sesuatu:

Itu berarti apapun yang terjadi atas ijin-Nya saja seperti pengakuan Ayub yang berkata: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang  memberi, TUHAN  yang mengambil, terpujilah  nama TUHAN  (Ayb 1:21).

Ayub mengakui dengan mulutnya bahwa Allah adalah Raja yang berkuasa atas segala sesuatu yang ia sendiri alami sejak ia keluar dari dalam kandungan hingga akhir kematiannya kelak!” [Sumber : R.A.B-Pdp. Ayub Sahrul Efendi,  M.Pd.K/Foto : Istimewa].