Berita Bethel
Penulis: Pram (06/12/2017)
Diplomat AS di Yerusalem Dilarang Bepergian

Konsulat Jenderal Amerika Serikat (AS) di Yerusalem dilaporkan telah melarang seluruh staf mereka dan keluarganya untuk bepergian, khususnya ke wilayah Tepi Barat, dan Kota Tua Yerusalem.

Dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (6/12), Konsulat AS juga menyarankan warga AS untuk berhati-hati saat bepergian melalui daerah tersebut. Langkah ini diperlukan guna mengantisipasi demonstrasi mengenai kemungkinan pemindahan Kedubes AS di Israel.

"Seruan luas untuk demonstrasi di Yerusalem dan Tepi Barat. Karyawan dan keluarga pemerintah AS dilarang melakukan perjalanan pribadi di Kota Tua Yerusalem dan di Tepi Barat. Warga AS harus menghindari keramaian dan daerah dengan kehadiran polisi dan atau militer yang meningkat," kata Konsulat AS.

Demonstrasi diperkirakan akan dimulai pada hari Rabu, setelah Trump dilaporkan mengatakan kepada Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas bahwa dia akan memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Pemindahan ini berarti pengakuan secara resmi Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Terkait pemindahan kedubes, Perwakilan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Washington, DC, Husam Zomlot, mengatakan bahwa memindahkan kedutaan akan menjadi bencana besar. "Itu sebenarnya adalah "ciuman kematian" terhadap solusi dua negara karena Yerusalem berada di jantung solusi dua negara," katanya. [Sumber : sindonews.com].