Berita Bethel
Penulis: Pram (08/12/2017)
Membangun Kepercayaan

“Karena itu tunjukkanlah kepada mereka di hadapan jemaat- jemaat bukti kasihmu dan bukti kemegahanku atas kamu” (2 Korintus 8:24). Shalom, saudara yang dikasihi  Tuhan Yesus Kristus.  Perikop  ini masih ada kaitannya dengan perikop sebelumnya, yaitu melakukan pelayanan kasih kepada orang-orang kudus di Yerusalem,  yang sedang dalam kesusahan.

Gereja di Makedonia,  dalam kemiskinannya  ternyata mendapat kasih anugerah Tuhan dalam memberi. Paulus menetapkan team yang di dalamnya ada Titus, untuk mengatur pengumpulan dana untuk disalurkan. Paulus tidak mau melakukannya sendiri untuk menghindari  celaan atau tuduhan akan ketidakbenaran  dalam pelayanannya.

Karena itu,  Paulus  melakukan antisipasi dan  menetapkan beberapa pelayan Tuhan  yang  dapat  dipercaya, termasuk Titus, sebagai wujud transparansi  dalam melakukan pelayanan kasih. Paulus berusaha untuk membangun kepercayaan umat Tuhan di Korintus. Paulus memilih team yang memiliki kredibilitas baik dan kualifikasi yang dapat dipercaya.

Agar dapat membangun  kepercayaan,  kualifikasi apa yang harus dimiliki seorang hamba Tuhan ?.1. Harus memiliki kesungguhan hati dan sukarela dalam melayani, (ay. 17). Paulus mengenal  Titus dengan baik dan tahu bahwa Titus melayani tanpa mengharapkan  imbalan dalam bentuk apapun karena Titus juga sangat mengasihi jemaat di Korintus.

Dalam Kolose 3:23 Paulus mengingatkan bahwa apapun yang kita lakukan, kerjakanlah itu seper ti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kesungguhan  hati ada pada Titus maupun team yang Paulus pilih untuk melayani pelayanan kasih ini.

2. Harus memiliki hati yang suka menginjil, (ay. 18). Seorang penginjil yang menomor satukan Injil, akan tidak terpengaruh dengan iming-iming dunia. Asalkan dia bisa memberitakan  Injil, maka dia akan melayani dengan sukacita dan sukarela. Titus sudah teruji dalam pekerjaannya sebagai penginjil. Dia tidak menuntut upah dalam melakukan pelayanan kasih ini. Dalam 1 Korintus 9:17,

Paulus menegaskan  bahwa jika kehendaknya sendiri, maka dia berhak menerima upah sebagai hamba Tuhan yang melayani, namun karena pelayanannya adalah kehendak Tuhan Yesus, maka dia tidak mau mengambil upah untuk pelayanannya.

3. Harus memiliki hati yang rela membantu dalam pelayanan, (ay. 22a). Dalam menentukan team pelayanan,  sebaiknya  memang  dipilih dari mereka  yang tidak malas tetapi yang rajin dan senang membantu dalam segala aspek pelayanan.

Dalam Efesus 4:2, Paulus menantang umat Tuhan  di Efesus untuk menunjukkan kasih mereka melalui saling membantu. Jika mereka mampu untuk saling membantu, maka mereka juga bisa menjadi orang-orang yang rendah hati, lemah lembut dan sabar dalam saling mengasihi.

4. Harus mendapat rekomendasi dari banyak pihak tentang kualifikasinya. (ay. 19, 23). Paulus, Titus dan teman-teman mereka yang lain mendapat pengakuan dari umat Tuhan di Korintus karena pelayanan mereka selama ini. Demikian juga Paulus memberikan rekomendasi untuk Titus yang mana terbukti pelayanannya berhasil dan tidak menuntut apapun juga dalam perjalanan penginjilannya.

Dalam  Filipi 7:14, Paulus berkata kepada jemaat di Filipi, agar kebaikan hati mereka dapat diketahui semua orang, karena kedatangan Tuhan sudah dekat. Dengan cara demikian, banyak orang bisa datang kepada Tuhan Yesus.Kepercayaan itu harus dibangun dan diraih melalui integritas dan kebenaran. [Sumber : R.A.B].