Berita Bethel
Penulis: Pram (08/12/2017)

Mantap !, Google Bentuk Tim untuk Teliti Etika Kecerdasan Buatan

Google melalui anak perusahaannya, DeepMind, membentuk tim yang akan meneliti soal isu yang bekaitan dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence).Dikutip dari The Verge, Rabu (4/10/2017), tim peneliti terdiri dari delapan orang staf purna waktu, namun DeepMind berencana menambahnya menjadi 25 orang dalam kurun waktu setahun. Mereka tergabung dalam tim DeepMind Ethics & Society atau DMES.

Enam orang dari jumlah tim saat ini, berasal dari institusi lain seperti Nick Bostrom, dari Oxford, dan Tha AI Now Institute, dan Leverhulme Centre for the Future of Intelligence.Dalam sebuah postingan blog yang mengumumkan tim tersebut, co-leader Verity Harding dan Sean Legassick menulis bahwa DMES akan membantu DeepMind "mengeksplorasi dan memahami dampak dunia nyata AI."

"Jika teknologi AI adalah untuk melayani masyarakat, mereka harus dibentuk berdasarkan prioritas dan masalah masyarakat," tulis Harding and Legassick.DeepMind Ethics & Society akan mempublikasikan hasil penelitiannya bersamaan dengan hasil lain pada 2018 mendatang. Hal ini diharapkan bisa memberikan penjelasan bagaimana kecerdasan buatan hadir di tengah masyarakat tanpa ada rasa khawatir.[Sumber : okezone.com].

Apa itu Kecerdasan Buatan ?. Kecerdasan Buatan atau kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah atau Intelegensi Artifisial (bahasa Inggris: Artificial Intelligence atau hanya disingkat AI) didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah.

Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan robotika.

Banyak hal yang kelihatannya sulit untuk kecerdasan manusia, tetapi untuk Informatika relatif tidak bermasalah. Seperti contoh: mentransformasikan persamaan, menyelesaikan persamaan integral, membuat permainan catur atau Backgammon. Di sisi lain, hal yang bagi manusia kelihatannya menuntut sedikit kecerdasan, sampai sekarang masih sulit untuk direalisasikan dalam Informatika. Seperti contoh: Pengenalan Objek/Muka, bermain sepak bola.

Walaupun AI memiliki konotasi fiksi ilmiah yang kuat, AI membentuk cabang yang sangat penting pada ilmu komputer, berhubungan dengan perilaku, pembelajaran dan adaptasi yang cerdas dalam sebuah mesin. Penelitian dalam AI menyangkut pembuatan mesin untuk mengotomatisasikan tugas-tugas yang membutuhkan perilaku cerdas.

Termasuk contohnya adalah pengendalian, perencanaan dan penjadwalan, kemampuan untuk menjawab diagnosa dan pertanyaan pelanggan, serta pengenalan tulisan tangan, suara dan wajah. Hal-hal seperti itu telah menjadi disiplin ilmu tersendiri, yang memusatkan perhatian pada penyediaan solusi masalah kehidupan yang nyata.

Sistem AI sekarang ini sering digunakan dalam bidang ekonomi, obat-obatan, teknik dan militer, seperti yang telah dibangun dalam beberapa aplikasi perangkat lunak komputer rumah dan video game.'Kecerdasan buatan' ini bukan hanya ingin mengerti apa itu sistem kecerdasan, tetapi juga mengkonstruksinya.[Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Kecerdasan_buatan].