Berita Bethel
Penulis: Pram (28/12/2017)
Terang Mengalahkan Kegelapan

Nas: “Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya." (Yohanes 1:5). Sering kali kita berasumsi bahwa terang dan gelap memiliki kekuatan yang sama. Jika ada terang maka ada gelap, dan jika ada gelap maka ada terang. Ternyata asumsi itu adalah salah. Jika kita pikirkan lagi, terang tidak berlawanan dengan gelap. Karena terang lebih kuat daripada gelap!

Sebagai orang yang mengikuti perkembangan zaman sekarang ini kita tentu menyadari bahwa kita sering kali terpengaruh serta mengikuti gaya hidup yang sebenarnya menjauhi Tuhan. Kita berpikir bahwa gaya hidup seperti itu sangat populer dan banyak diminati oleh banyak kalangan sehingga jika kita tidak mengikuti tren kita akan dikatakan jadul (ketinggalan zaman).

Kita dapat beralasan bahwa walaupun kita mengikuti perkembangan zaman tetapi kita juga masih terus mengikuti ibadah di gereja, tetapi sesungguhnya tanpa kita sadari pikiran dan hati kita tidak lagi tertuju pada gereja. Perkembangan zaman tersebut dengan demikian telah menjadi kegelapan bagi kita dan telah menutupi terang yang ada di diri kita.

Semakin kita terjerumus dalam gaya hidup seperti itu maka kegelapan itu juga akan semakin menghilangkan terang-Nya dan gambar rupa Tuhan di dalam diri kita. Maka dari itu kita harus terus berjaga-jaga agar tidak tersesat dalam kegelapan dunia ini.

Lihatlah penggambaran mengenai lilin. Lilin yang terang berfungsi untuk menerangi kegelapan, tetapi tidak ada lilin yang gelap untuk menggelapi yang terang. Kegelapan terjadi karena tidak adanya terang. Seperti yang tertulis dalam Yohanes 1:5 "Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya”.

Yohanes dalam ayat tersebut menyatakan bahwa terang selalu lebih kuat dari gelap. Mungkin pada saat ini seolah-olah terang telah dikalahkan oleh kegelapan, dan terang itu semakin pudar nyalanya di tengah-tengah kondisi kehidupan ini. Namun, syukurlah, Terang itu sudah hadir di tengah-tengah kita 2000 tahun lalu. Jika kita bersedia untuk mengikuti Sang Terang itu dan hidup seturut dengan terang firman-Nya, maka terang-Nya akan terus bercahaya di dalam diri kita.[Sumber: sabda.org/Foto : Istimewa].

Jadilah lilin kecil yang menerangi kegelapan di sekeliling kita seperti halnya Kristus, Sang Terang Sejati.