Berita Bethel
Penulis: Pram (09/01/2018)
Angin Segar dari Bengkulu Selatan

Kerukunan umat beragama di Bengkulu Selatan tepatnya di Kota Medan, terlihat sangat kental. Warga Kristen dan non Kristen bisa hidup berdampingan dengan rukun. Hal ini terlihat saat Ibadah Perayaan Natal yang dilaksanakan oleh GBI Manna yang digembalakan oleh Pdm. Stefanus Sugianto, S.Th.Ibadah yang berlangsung pada 15 Desember 2017 tersebut, selain dihadiri sekitar 500 jemaat juga tampak Pemda setempat antara lain, Wakil Bupati (Gusman Mulyadi, MM), Lurah (Ranti Permatasari, MM), dan Dandim serta 50 orang masyarakat.

Hadir sebagai pembicara dari Biro Pekabaran Injil (PI) BPH GBI, Pdt. Pondang Hasibuan, M.Th., Pdt. Timotius Tirsan, M.Th. Dalam sambutannya, Dandim  mengucapkan terima kasihnya kepada Pemda setempat seperti Wakil Bupati dan Lurah  yang turut berperan serta, sehingga gereja bisa hadir dengan aman di Kota Medan tersebut.

Perayaan selain diisi oleh khotbah juga drama Natal. Pdt. Pondang Hasibuan dalam khotbahnya menyampaikan suatu ilustrasi mengenai pohon jambu dan anak-anak sekolah. Menurutnya, di depan rumahnya ditanam pohon jambu dimana ketika berbuah, anak-anak sekolah saat pulang sekolah mampir untuk memetiknya. Namun, anak-anak tersebut sering terganggu dengan semut-semut yang ada di pohon tersebut.

Suatu ketika, ada anak yang mengatakan, ‘semut jangan ganggu saya’. Namun, semut tidak mengerti bahasa manusia demikian juga sebaliknya. Supaya anak tersebut bisa mengerti bahasa semut, maka ia harus menjadi semut. Demikian juga dengan Allah, supaya manusia bisa mengerti tentang Allah, maka Ia harus menjelma menjadi manusia yaitu Yesus Kristus yang sekarang kita kenal dan sembah. Jika, Allah tidak memperkenalkan diri menjadi manusia, maka manusia  tentu tidak mengenalnya.

Khotbah Pdt. Pondang tersebut mendapat sambutan menarik dari Wakil Bupati. “Saya benar-benar dicerahkan lewat khotbah Pak Pondang mengenai Isa Almasih,” katanya.

Garam & Terang. GBI Manna adalah satu-satunya GBI yang ada di Kota Medan, Bengkulu Selatan tersebut. Gereja boleh menjadi terang & garam karena salah satu majelis GBI Manna, Ahua sering melakukan interaksi sosial yang baik di tengah masyarakat dan Pemda setempat.

Contoh, untuk masyarakat diadakannya Bakti Sosial. Untuk itulah, GBI Manna sangat diterima oleh masyarakat di sana. Hal yang menarik, Pemda beserta masyarakat mau hadir dan mengikuti Ibadah Perayaan Natal dari awal hingga selesai dengan baik, yang di dalamnya terdapat khotbah dan drama Natal. Puji Tuhan. (Debbie).

Keterangan foto : Kanan atas : Gusnan Mulyadi, MM (Wakil Bupati Bengkulu Selatan). Kanan bawah : Ranti Permatasari, MM (Lurah), Gusnan Mulyadi, Letkol Ricky Simarmata (Dandim), Kompol Edi Rustanto, Pdm.Stefanus Sugianto, STh, Yuliana, SE (Gembala Sidang GBI Manna). Kiri atas : Foto bersama. Kiri bawah : Persembahan pujian.