Berita Bethel
Penulis: Pram (14/01/2018)

KLB Gizi Buruk, Mendagri Minta Pemda Asmat Ambil Tindakan

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meyakini Pemerintah daerah (pemda) Kabupaten Asmat, Papua, telah mengetahui kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk dan campak. Karenanya, pemda diharapkan segera bertindak.

“Kejadian di Asmat itu saya yakin mulai kepala suku, kepala daerah, kepala desa sampai kecamatan tahu dan jangan ditutupi untuk segera ada action (tindakan) menyelamatkan warganya,” kata dia di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Jakarta, Senin (15/1).

Menurutnya, seluruh jajaran pemda perlu memantau kondisi masyarakat di daerahnya masing-masing. Misalnya terkait area rawan bencana, termasuk kemungkinan penyakit. “Jajaran pemda mulai dari gubernur, bupati, wali kota sampai kepala desa harus terus mengecek kondisi masyarakatnya dan daerahnya. Saya kira di daerah sudah ada protap (prosedur tetap) untuk segera ditangani,” ujarnya.

Apabila pemda membutuhkan dukungan dan bantuan secara nasional, dia menyatakan, segera melaporkan kepada instansi atau kementerian terkait. “Kalau bencana ke BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), kebakaran hutan ke Kementerian Lingkungan Hidup, kalau masalah kesehatan ke Kementerian Kesehatan. Itu yang penting,” tegasnya.

Ditambahkan, pemda jangan sampai tidak mengetahui kondisi masyarakat. “Kemdagri sudah ada posko yang tiap pagi sampai siang selalu kontak daerah. Ada masalah apa, supaya cepat koordinasinya. Ini masalah koordinasi yang harus cepat dalam upaya melayani masyarakat,” imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa pemerintah pusat tidak berdiam diri terhadap KLB di Asmat yang menelan korban jiwa puluhan anak-anak dalam beberapa bulan terakhir. Presiden telah memerintahkan jajarannya agar turun ke lapangan untuk menyelesaikan permasalahan.

“Kita sudah kirim tim berapa hari lalu atau minggu lalu. Sudah mulai September masuk ke sana. Memang sudah kirim juga makanan tambahan, tapi memang medan sangat sulit,” kata Presiden kepada wartawan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (14/1).

Saat menyampaikan keterangan pers, Presiden didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani serta Menteri Kesehatan Nila Moeloek. “Medan di sana memang sangat berat sekali. Contoh di Nduga saja, siapa yang pernah ikut saya ke Nduga. Jalan baru ke Wamena saja 4 hari, ini di Asmat juga sama. Perjalanan ada rawa, di situ harus naik boat 2 sampai 3 jam untuk biaya ada Rp 3 sampai Rp 4 juta. Ini sebuah kendala yang memang sangat menghambat,” ungkap Presiden.

Dia meminta pemda berperan aktif memeriksa kondisi kesehatan masyarakat. Dengan begitu, penyebaran penyakit dapat dicegah. “Pemda yang dekat selalu memantau, melihat, mengelilingi terus daerah-daerah yang diperkirakan terjangkit penyakit, atau gizi buruk,” tegas Presiden.[Sumber : beritasatu.com/Foto : Ilustrasi].