Berita Bethel
Penulis: Pram (07/04/2015)

Paskah di Yerusalem


Ribuan orang Kristen dari seluruh dunia berziarah ke Kota Tua Yerusalem pada hari Minggu Paskah sore yang cerah (5/4), banyak mengungkapkan kekaguman yang begitu dekat dengan sejarah  serta harapan untuk masa depan yang damai.Saat keluar dari Ruang Perjamuan Terakhir, Hans Putman asal Belanda dan telah tinggal di Betlehem selama 30 tahun terakhir mengatakan dirinya berdoa untuk puluhan ribu orang Kristen yang mengalami aniaya di Timur Tengah.

"Banyak orang Kristen yang dianiaya di Irak dan Suriah, jadi saya berdoa untuk semua orang Kristen di Timur Tengah agar memiliki kekuatan," katanya. "Ini adalah titik kebangkitan, kebaikan lebih kuat dari kejahatan dan cinta (kasih) yang lebih kuat dari kebencian," ujarnya. Kyle Shanklin, seorang mahasiswa 23 tahun dari Colorado, AS  yang sedang belajar agama di Israel selama tiga bulan, menggambarkan pengalaman merayakan Paskah di Yerusalem sebagai "tak ternilai.""Seluruh hidup anda merayakan Paskah di gereja lokal sendiri, jadi kunjungan ini pengalaman yang tak ternilai bahwa saya akan selalu ingat merayakan Paskah di kota tua, katanya, beberapa saatsebelum memasuki Ruang Perjamuan Terakhir.



Classmate Mikey Caplin, 24, dari Utah, mengatakan berada di Yerusalem adalah pengalaman yang mendalam.  "Bagi saya, ketika kami berdiri di (Minggu) pagi  untuk melihat matahari terbit dan saat itu masih gelap, saya tersadar wow, ini adalah saat di mana Yesus bangkit dari antara orang mati," katanya. "Ini  membuat terasa merasa lebih nyata."Nate Ricks, juga dari Utah, mengatakan dia terkejut oleh berapa banyak orang berziarah dari lokasi yang jauh dari Yerusalem. "Orang-orang melakukan perjalanan ribuan mil dari seluruh dunia hanya untuk berada di sini hari ini," katanya.



"Saya pikir itu luar biasa melihat bagaimana semua orang percaya pada Tuhan yang sama tetapi mengungkapkan pengagungan kepada Tuhan dengan cara yang berbeda." Sisters, Julia dan Isabella Bertini, yang merupakan bagian dari tur kelompok, mengatakan mereka melakukan perjalanan dari Italia untuk mengunjungi Israel untuk pertama kalinya."Ini menarik untuk melihat apa yang telah saya pelajari," kata Julia, 16. "Tempat ini sangat penting bagi kami karena kami orang Kristen, dan sangat penting untuk membuat setidaknya satu ziarah keYerusalem dalam seumur hidup."Ditanya apakah dia merasa gugup untuk melakukan perjalanan ke Israel, Bertini mengatakan bahwa rasa ketakutannya tidak beralasan.



"Kabar di Italia selalu bilang gila (bahaya) di sini," katanya. Ketika saya berada di rumah teman-teman saya mengatakan itu berbahaya (berkunjung ke Yerusalem), tapi ketika saya tiba di sini saya terkejut karena (Yerusalem)  sangat tenang dan damai. "Isabella, 19, setuju dengan adiknya bahwa kabar adanya potensi (gangguan) keamanan di Kota Tua terlalu dibesar-besarkan. Ia menambahkan tidak akan pernah melupakan perasaannya mengalami Paskah di Kota Tua.[www.jpost.com/Foto :Istimewa]