Berita Bethel
Penulis: Pram (31/01/2018)

Seminari Bethel : Maksimalkan Potensi Diri

"Maximize The Harvester" sebagai sub tema dari tema utama GBI  yakni Tahun Penuaian Raya 2018, dibahas Pdt. Dr. Japarlin Marbun, Ketua Umum BPH GBI di GBI Petamburan, Jakarta Pusat. Ia melayani Firman Tuhan pada sesi ibadah chappel para mahasiswa Seminari Bethel Jakarta-Pusat [STT Bethel Indonesia], pada hari Rabu, 31 Januari 2018.

Hadir perwakilan BPH GBI yaitu Pdt. dr. Josafat Mesach,MTh dan Pdt. Naftali Untung, MTh selaku Sekretaris II BPH GBI. Ibadah ini mengawali Pembukaan Semester Genap Tahun 2017/2018. Tampak hadir para dosen yang mempersembahkan pujian [foto bawah].

Di akhir acara, ada penyerahan bantuan satu unit mobil operasional Dhaihatsu Grand Max dari BPH GBI oleh Pdt. Dr. Japarlin Marbun kepada pihak perwakilan Seminari Bethel [foto kanan].

Modal utama dalam pelayanan dan guna mencapai kemaksimalan ["Maximize The Harvester"] menurut Pdt. Japarlin Marbun  : Pertama,  Belas kasihan, sesuai dengan nats Injil Matius 9:35-38. Yesus melayani ke desa-desa, pinggiran kota dan perkotaan bermodalkan belas kasihan. Selain itu, Ia melihat tuaian yang melimpah sebaliknya kekurangan para penuai. Kondisi ini menurutnya tidak seimbang.

Ia prihatin dengan suatu hasil riset yang menyatakan semakin muda usia seseorang, maka anak muda ini semakin sedikit persentasenya yang percaya bahwa Yesus Kristus adalah juru selamat umat manusia. Keprihatinan Ketum BPH berlanjut soal kualitas kotbah yang akhir-akhir ini menggaungkan motivasi, [menggelorakan] semangat, bertemakan keterampilan hidup.

Kedua, Mencermati dan peduli bahwa dunia sedang mengalami perubahan. Sebelumnya penuh dengan sistem analog, namun kini digital. Contohnya, pergeseran pengguna Alkitab kertas [cetak] menjadi Alkitab digital yang bisa menyediakan konkordansi, terjemahan berbagai bahasa dan lain-lain. "20 tahun lalu, satu desa hanya ada satu gereja saja. Pendeta hanya buka pintu pada hari Minggu, maka jemaat akan datang. Kini, situasinya berbeda, "tegasnya.

Selanjutnya, Pdt. Dr. Japarlin Marbun menyampaikan alasan untuk memaksimalkan para penuai [setiap orang yang diurapi Roh Kudus dan memiliki potensi untuk menjadi penuai dan dimaksimalkan] yaitu : 1. Ladang pelayanan Kristus perlu para penuai yang berkualitas dan minta kepada Tuhan Yesus Kristus agar Ia mengirimkan para penuai itu. Kualitas ini ditentukan oleh panggilan, hati misi, talenta sang penuai dan lain-lain. Pelayanan misi memiliki karakteristik sendiri-sendiri dan tidak bisa disama-ratakan semua. "Perlu pelatihan misi agar pelayanan efisien dan efektif," katanya.

Ia pun mengingatkan bahwa kata kunci pelayanan yang paling utama adalah Kuasa Roh Kudus. Para rasul kala itu seperti Paulus, Petrus dan Filipus diurapi kuasa Roh Kudus, sehingga pelayanan mereka luar biasa [Kis 1:8].

2. Memberikan pelatihan kepada jemaat agar ikut serta dalam pelayanan misi. Menurut penilaiannya, selama ini ada cara berpikir yang belum tepat bahwa tugas misi hanya lingkup pelayanan hamba Tuhan dan Pendeta saja. Ketum BPH menghimbau agar para teolog, STT termasuk para pengajar, mahasiswa menyampaikan kepada jemaat bahwa tugas orang percaya adalah menuntaskan Amanat Agung.

3. Tantangan dari luar semakin besar. Kondisi ini dipicu oleh perkembangan teknologi dan informasi. Berdasarkan pengalamannya, Ketum BPH mengatakan ada jemaat yang lebih suka mendengarkan pujian dan kotbah via streaming atau video yang dibisa di lihat dari tayangan dunia maya.

Ada satu gereja asal Australia yang sudah buka cabang di Indonesia, menyusul gereja terbesar di Afrika dan negara-negara lain bakal melakukan langkah yang sama. "Perkembangan ini akan menggoncangkan gereja-gereja di Indonesia, jika mereka tidak mempersiapkan diri dengan baik," tegasnya.

Mengakhir kotbahnya, Pdt. Dr. Japarlin Marbun berpesan agar para mahasiswa memaksimalkan potensi diri masing-masing seperti perumpamaan Yesus soal talenta-talenta. Kelak, imbuhnya setiap orang akan diminta tanggung-jawab oleh Tuhan apa saja yang telah diperbuatnya sewaktu masih hidup.

"Sadari panggilan kita, maksimalkan diri supaya menjadi alat efektif dalam pelayanan untuk kemuliaan nama Tuhan," pungkasnya.Acara dilanjutkan dengan upacara pembukaan semester genap oleh Rektor [Pdt. Dr. Purim Marbun]. 

Artikel Terkait :

Seminari Bethel : Kapan Janji Iman Tergenapi Seluruhnya ?