Berita Bethel
Penulis: Pram (02/02/2018)

BEC : Diperlukan Penuai Berkualitas dan Memiliki Kompetensi

Guna megantisipasi perubahan dunia, perkembangan teknologi yang begitu cepat dan penuai jiwa-jiwa, saat ini diperlukan para penuai yang memiliki kualitas dan kompetensi.

Ketua Umum BPH GBI, Pdt. Dr. Japarlin Marbun mengatakan hal itu ketika melayani dalam sesi ibadah pembukaan acara Annual Gathering Biro BEC [Bethel Empowering Center] dengan tema Equipping Excellent Harvester di Graha Bethel, Jakarta [Rabu, 31/1]. Acara ini berakhir hari ini, Jumat - 2 Februari 2018.

Ketum mengatakan agar pelayanan Biro BEC terus digelorakan buat gereja-gereja lokal GBI. Sehingga banyak jiwa bakal dimenangkan buat Kristus. Mengingat Biro BEC adalah salah satu ujung tombak pelayanan bagi gereja-gereja lokal GBI.

Melalui Biro BEC ini, penuai-penuai yang handal [excellent] dipersiapkan. Ia kemudian mengutip nats Injil Matius 9:35-38. Untuk mewujudkan hal ini, perlu minta kepada Tuhan untuk dikirimkan para penuai.

Berikutnya, gereja lokal perlu membuat suatu "spiritual journey" yaitu sebuah catatan yang mendokumentasikan pertumbuhan kerohanian jemaat mulai mereka bertobat, melayani sampai menjadi pemimpin.

Langkah itu menurut Pdt. Dr. Japarlin Marbun sejalan dengan tema utama GBI 2018 yakni Tahun Penuaian Raya dan sub-tema Maximize The Harvester. Untuk mencapai hal itu, para penuai musti mempunyai hati seperti Yesus Kristus yakni belas kasihan. "Makin sedikit kotbah-kotbah yang bertemakan Yesus Kristus sebagai juru selamat manusia.

Bahkan sebuah penelitian menunjukkan hasil yang memprihatinkan yaitu semakin muda usia seseorang, makin banyak yang tidak percaya Yesus adalah juru selamat. Padahal jika seseorang tidak percaya kepada Yesus Kristus, ia akan binasa, " tegasnya.

Para penuai menurut Ketum BPH bukan hanya diperlengkapi dengan pelatihan-pelatihan, namun mereka perlu juga mendapatkan pengurapan dari kuasa Roh Kudus [Kis 1:8]. Para jemaat Tuhan perlu dilibatkan dalam pelayanan misi antara lain melalui kesaksian hidup mereka.

Perkembangan teknologi yang pesat mendapatkan atensi dari Pdt. Dr. Japarlin Marbun antara lain pergeseran penggunaan Alkitab cetak menjadi Alkitab digital, ada jemaat yang lebih hepi dengan pujian dan penyembahan, mendengarkan kotbah via video streaming di dunia maya alias internet di rumah.

Saat ini, menurutnya, gereja dituntut zaman untuk menjadi public service dan harus bisa memenuhi kebutuhan jemaat dan relevan dengan zaman masa kini.Contoh yang lainnya, ada gereja dari Australia yang sudah buka cabang di Indonesia. Segera menyusul gereja dari Afrika dan dari negara-negara lain.

"Gereja kini tidak bisa pergunakan metode pelayanan 20 tahun lalu. Satu desa atau wilayah hanya ada satu gereja saja, jemaat langsung datang beribadah ke situ. Namun, kini situasinya berbeda," katanya.

Ia kemudian berpesan agar ada suatu rumusan baru bagi pola pelayanan sesuai dengan kondisi dan sesuai konteks setempat, tanpa menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.

Di akhir opening ini, Pdt. Hengky So, MTh selaku Ka. Departemen Teologia mendoakan Pdt. Yunus Aritonang sebagai Ka. Biro BEC yang baru. Ia menggantikan Pdt. Joel Manalu, MTh yang terpilih sebagai Ketua DPA BPH GBI. serah terima jabatan dilakukan sebelum sesi doa tersebut. Selamat dan sukses.

Artikel Terkait :
7 Prinsip Pertumbuhan Gereja