Berita Bethel
Penulis: Pram (10/02/2018)
Paris Berselimut Salju, Montmartre Berubah Jadi Surga Pecinta Ski

Warga Paris berbondong-bondong membawa peralatan ski mereka, berupa snowboards hingga kereta luncur, menuju ‘lereng' bukit setinggi 130 meter yang terletak di ibu kota Perancis tersebut.

"Saljunya sangat bagus, butiran saljunya tidak terlalu kecil. Meski masih sedikit kurang baik dibanding tahun 2010, tapi itu memang tahun yang bersejarah," kata Gilles, yang memakai simbol "Montmartre-Skiclub" di jaketnya. Ia tidak mau menyebutkan nama keluarganya, karena takut terkena denda. Sejak pemerintah kota Paris melarang olahraga ski di Montmartre, kini Gilles menjadi satu-satunya anggota "Montmartre-Skiclub".

Aparat yang berjaga di lokasi yang populer di kalangan turis karena panorama gereja Sacré-Coeur tersebut memberi peringatan. "Sebenarnya kalian harus didenda 68 Euro,” kata salah seorang petugas kepada para pemain ski. Denda itu setara dengan sejuta dua ratus ribu Rupiah.

Lalu lintas kacau balau. Bila bagi para pemain ski turunnya salju menjadi hal yang menyenangkan, namun tidak demikian halnya bagi para pengendara. Mereka kewalahan sebab mobil mereka terjebak salju setebal 20 sentimeter yang menyelimuti Paris. Juru Bicara Pemerintah, Benjamin Griveaux berupaya menenangkan warga Paris dengan menyerukan agar meninggalkankan kendaraan mereka dan beralih menggunakan transportasi umum.

"Sejak 2013, tidak pernah salju turun sebanyak ini," kata Griveaux kepada stasiun televisi RTL. Ia mengaku peristiwa ini sebagai kejadian luar biasa karena salju yang turun diperkirakan mencapai "15 hingga 20 sentimeter dalam kurun waktu 24 jam."

Warga Paris mengkritik imbauan pemerintah tersebut sebab kenyataannya bus tidak beroperasi dengan normal. Perusahaan kereta api SNFC juga mengaku kewalahan menghadapi kondisi musim dingin yang tidak bisa tersebut, dan meminta agar pelanggan menunda perjalanan mereka. Juru bicara pemerintah berkilah para penumpang terlantar sebab perusahaan transportasi tidak memberi informasi yang cukup terkait penundaan dan pembatalan jadwal perjalanan.

Pengemudi terlantar tanpa makan dan minum. Pemandangan yang terlihat di jalanan utama di kota Paris hampir tidak pernah terjadi. Mobil-mobil 'parkir' di jalan raya di sekitar ibu kota, terutama di Jalan Nasional 118 di barat daya Paris. Menurut informasi ada sekitar 900 kendaraan yang terjebak es. Malam sebelumnya (06/02), ada sekitar 1500 hingga 2000 pengemudi yang terjebak kemacetan panjang untuk melintasi rute ini.

"Tidak ada yang bisa dimakan dan diminum," kata seorang pria kepada saluran berita BFMTV. "Tidak ada informasi," ujar sopir lainnya. Stasiun radio Franceinfo melaporkan sedikitnya 600 pengemudi harus bermalam di tempat darurat di daerah tersebut.

Kemacetan sepanjang 740 kilometer dilaporkan terjadi di seluruh wilayah metropolitan tersebut. Media melaporkan perisitwa ini sebagai sebuah catatan penting dalam sejarah Paris. Diperkirakan suhu udara dingin hingga minus 10 derajat akan terjadi hingga Kamis (08/02).[Sumber : sindonews.com].