Berita Bethel
Penulis: Pram (12/02/2018)
Deal With Millenials Generation

Salah satu ciri khas generasi milenial (kelahiran 1986-2000) adalah kelekatan mereka dengan dunia digital. Mengutip rilis survei Hootsuite We Are Social (www.wearesocial.com) bulan Januari 2018, jumlah pengguna aktif sosial media di Indonesia adalah 130 juta orang, 49?ri total populasi Indonesia sebanyak 265,4 juta orang.

Angka ini meningkat sebanyak 23% (24 juta orang) dibandingkan data bulan Januari 2017. Satu hal yang menarik dari survei tersebut adalah populasi generasi milenial memimpin dalam hal pengguna aktif social media dengan prosentase mendekati 65%.

Jadi tidaklah mengherankan kalau fenomena ini digarap habis-habisan secara bisnis. Produsen smartphone berlomba-lomba menciptakan produk yang memanjakan mereka baik secara fitur maupun harga. Tempat-tempat wisata juga tidak mau kalah dengan dengan menyediakan spot foto yang 'wah'. Wifi gratis bertebaran di mana-mana. Termasuk di dalamnya tempat makan, mal, dan aneka public area didesain untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan generasi ini.

Satu pertanyaan. Bagaimana mengantisipasi dan mengaplikasikan fenomena ini di dunia kerja? Lebih spesifik bagaimana seorang leader --terutama generasi baby boomers dan X-- bertindak ?.

Tidak ada jawaban lain selain usul berikut: ikuti mereka. Yup, itu berarti seorang leader harus belajar hidup ala mereka (tentu saja dengan catatan dan batasan tertentu). Dengan kata lain tidak ada salahnya bagi leader untuk sedikit inovatif dalam berekspresi, belajar (dan berkorban waktu) untuk main dan aktif di sosial media, up-load status/foto secara rutin, saling follow, dan aktif berinteraksi dengan mereka.

Satu tips jitu: sesekali ambil momen foto bersama mereka, kemudian upload dan tag mereka. Niscaya engage akan didapatkan. Mau ?. [Hendri Bun/Foto : Istimewa].


Redaksi mengutip secara ringkas situs wikipedia.org, perihal generasi ini. Milenial (juga dikenal sebagai Generasi Y) adalah kelompok demografi setelah Generasi X (Gen-X). Tidak ada batas waktu yang pasti untuk awal dan akhir dari kelompok ini.  Para ahli dan peneliti biasanya menggunakan awal 1980-an sebagai awal kelahiran kelompok ini dan pertengahan tahun 1990-an hingga awal 2000-an sebagai akhir kelahiran.

Milenial pada umumnya adalah anak-anak dari generasi Baby Boomers dan Gen-X yang tua. Milenial kadang-kadang disebut sebagai "Echo Boomers" karena adanya 'booming' (peningkatan besar) tingkat kelahiran di tahun 1980-an dan 1990-an.

Untungnya di abad ke 20 tren menuju keluarga yang lebih kecil di negara-negara maju terus berkembang, sehingga dampak relatif dari "baby boom echo" umumnya tidak sebesar dari  masa  ledakan populasi paskah Perang Dunia II.

Karakteristik Milenial berbeda-beda berdasarkan wilayah dan kondisi sosial-ekonomi. Namun, generasi ini umumnya ditandai oleh peningkatan penggunaan dan keakraban dengan komunikasi, media, dan teknologi digital.

Di sebagian besar belahan dunia, pengaruh mereka ditandai dengan peningkatan liberalisasi politik dan ekonomi; meskipun pengaruhnya masih diperdebatkan. Masa Resesi Besar (The Great Recession) memiliki dampak yang besar pada generasi ini yang mengakibatkan tingkat pengangguran yang tinggi di kalangan anak muda, dan menimbulkan spekulasi tentang kemungkinan krisis sosial-ekonomi jangka panjang yang merusak generasi ini. Details generasi milenials.