Berita Bethel
Penulis: Pram (13/02/2018)
Rakornas BPD & BPLN - BPH Memberikan Manfaat Positif

Sekitar jam 16.45 WIB, sebagian rombongan Rakornas BPD & BPLN - BPH tiba dari Bandara Soekarno-Hatta di Graha Bethel, Jakarta [Sabtu, 10/2]. Mereka tiba di tanah air usai mengikuti Rakornas di kota Sydney, Australia yang telah dilaksanakan mulai tanggal 6 - 9 Februari 2018 lalu.

Redaksi menyambut rombongan dan meminta pandangan [komentar] terhadap Rakornas yang nota bene di luar negeri kepada salah satu peserta yakni Pdt. Soleman, Ketua BPD GBI Sulawesi Barat danĀ  Pdt. Arie Mabel, SPDK, Ketua BPD GBI Pegunungan Tengah Papua.

Pdt. Soleman [foto kiri] mengatakan pelaksanaan acara ini luar biasa dan tentunya atas anugerah-Nya dan berkat kepemimpinan BPH saat ini. Kegiatan ini juga melahirkan semangat juang guna mendukung program-progam BPH GBI.

Acara ini adalah suatu terobosan dan memang tidak mudah untuk bisa ke luar negeri. "Kegiatan ini bisa menumbuhkan keakraban antara BPD-BPD dengan BPH GBI dan [pererat] kekeluargaan," tegasnya.Soal materi selama Rakornas, ia berpandangan luar biasa dan memberikan wawasan, motivasi untuk memperkembangkan GBI ke arah yang lebih baik.

Soal bakalan menimbulkan pro dan kontra karena digelar di luar negeri, Pdt. Soleman mengakui hal itu bisa saja terjadi karena ketidak-mengertian pihak tertentu. "Banyak pihak memberikan dukungan untuk kegiatan ini. Sebuah langkah menuju ke arah kemajuan, selalu ada yang berpikran negatif," tegasnya.

Menyoal jalan-jalan [wisata], Pdt. Soleman membenarkan aktifitas ini. Namun, ia menegaskan jika wisata dilakukan usai Rakornas [Jumat, 9/2] hanya 1 hari saja dan diatur, dipersiapkan oleh pihak Panitia [BPLN Australia]. "Pihak Panitia juga mendukung dalam hal akomodasi, salah satunya," imbuhnya.

Kegiatan seperti ini bakalan mendorong pihak-pihak lain misalnya jemaat gereja-gereja lokal untuk terbeban memberikan dukungan bagi program-program BPH GBI di masa-masa yang akan datang.

Pdt. Arie Mabel, SPDK, Ketua BPD GBI Pegunungan Tengah Papua."Bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus bisa ikut acara ini, sekaligus bisa bawa nama GBI bersama teman-teman ke sana," ujarnya. Rakornas yang berlangsung selama 3 hari [6-8 Februari 2018] ia akui memberikan manfaat yang positif antara lain belajar banyak hal seperti sesi seminar oleh BPH GBI, keputusan-keputusan tentang SMD di wilayah-wilayah masing-masing BPD.

Menurutnya, Tuhan campur tangan secara luar biasa serta sebagai pemimpin gereja [organisasi] musti nertanggung-jawab terhadap organisasi yang dipimpin seorang pemimpin.

Melalui acara ini, nampak ada kebersamaan, saling membangun dan bisa ditingkatkan lagi. Mengingat adanya kepadatan pelayanan masing-masing peserta di wilayah masing-masing selama ini.

Soal bakalan kemungkinan menimbulkan pro dan kontra karena acara digelar di manca negara alias bukan di tanah air, Pdt. Arie [foto kanan] menjelaskan bahwa acara memang bisa digelar di luar negeri juga. Hal ini mengingat ada 13 gereja lokal GBI di Australia. "Mereka mendukung secara penuh dan antusias bagi terselenggaranya aca ini," tegasnya.

Pdt. Arie menambahkan pihak BPLN Australia, Panitia dan gereja-gereja lokal GBI di sana menyambut rombongan dengan hangat. Soal beda pendapat, ia meyampaikan hal itu pasti ada. Selesai acara Rakornas, ia membenarkan kalau peserta wisata namun hanya selama 1 hari saja.

Hal itu menurutnya adalah refreshing usai Rakornas selama 3 hari. "Saya menyambut positif acara ini," pungkasnya.Sampai jumpa di acara Rakornas mendatang.