Berita Bethel
Penulis: Pram (09/03/2018)
GBI Punya Potensi Mencerdaskan Bangsa

Strategi Pengembangan Pendidikan Bethel merupakan tema sesi 4 pada acara Konferensi Pendidikan Bethel IV tahun 2018 "Menunaikan Amanat Agung Melalui Pendidikan" di Kampus ITHB [Institut Teknologi Harapan Bangsa] Bandung, Jawa-Barat [Jumat, 9/3]. Acara berlangsung mulai 8 - 10 Maret 2018, kerja-sama Departemen Diklat BPH GBI - APB [Asosiasi Pendidikan Bethel].

Para nara sumber terdiri dari Pdt. Dr. Ir. Yonathan Wiryohadi, MTh, Dr. Ir. Samuel Tarigan, MBA [Rektor ITHB Bandung], dan Pdt. Dr. Ir. Bob Foster, MM."Potensi besar dimiliki GBI bisa untuk mencerdaskan bangsa," ujar Pdt. Wiryohadi mengawali pemaparannya. Tujuh area yang musti dimasuki gereja masing-masing terdiri dari spirtitual, keluarga, bisnis, edukasi, Pemerintahan, seni, hiburan dan media.

"Bila GBI bergerak bersama-sama, maka akan terjadi dampak positif dan besar untuk bangsa Indonesia," tegasnya. Hal ini bisa dicapai menurutnya melalui tiga cara yaitu : 1. Mengajarkan jemaat tentang tujuan hidup. 2. Menemukan panggilan [hidup] mereka. 3. Menemukan panggilan lengkap dengan karunia untuk melayani di bidang pendidikan, kesehatan dan sosial.

Ia memberikan saran, jika ada jemaat [gereja] yang menemukan panggilan misalnya di bidang pendidikan, maka arahkan dia ke sana. Pendidikan menurut pandangannya terdiri dari pendidikan formal, pendidikan non-formal dan pendidikan in-formal. Kategorial usia, pendidikan terbagi menjadi pendidikan usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi.

Rekomendasinya soal PAUD, GBI sebaiknya mendirikan sebuah Yayasan yang menaungi PAUD, termasuk soal perijinan dan pelatihan guru serta keperluan lain yang terkait.

Dr. Ir. Samuel Tarigan, MBA menyampaikan perlunya tindakan nyata dan strategi untuk memilih apa saja yang harus diprioritaskan. Soal pendidikan ini, ia mengakui ada pola ancaman [threat] namun ada pula kesempatan.

Ia berpandangan perlunya visi yang jelas untuk memprioritaskan pendidikan guru, sekolah unggulan dan sekolah baru. Prioritas lainnya masing-masing kewirausahaan, ilmu peternakan dan ilmu pertanian.

Pendirian PAUD tidak musti di daerah-daerah terpencil, namun bisa juga di sekitar kita. Hal itu merupakan pandangan Pdm. Dr. Ir. Bob Foster, MM. Langkah-langkah praktis yang bisa dilakukan gereja yaitu : 1. peningkatan peran gereja secara holistik yang meliputi kerohanian, karakter, kesehatan, keluarga, karier, bisnis, studi, keuangan.

2. Hindari pertentangan denominasi. 3. Pendidikan merupakan salah satu prioritas program gereja lokal mulai dari jenjang PAUD - Universitas [formal]. Sementara itu, non-formal dalam bentuk Bimbel, Musik, IT. Sesi dilanjutkan dengan tanya-jawab dengan peserta.