Berita Bethel
Penulis: Pram (22/03/2018)

Menghitung Kebutuhan Cairan Tubuh Setiap Hari

Mencukupi kebutuhan cairan tubuh setiap hari merupakan salah satu cara untuk mendapatkan kesehatan tubuh yang paripurna. Ini karena cairan sangat dibutuhkan oleh organ-organ tubuh untuk dapat menjalankan fungsinya dengan optimal.

Namun sayangnya, memenuhi kebutuhan cairan tubuh setiap hari bukanlah perkara mudah. Ini karena kebutuhan cairan antar individu dapat berbeda-beda. Beberapa faktor yang berperan dalam hal tersebut, di antaranya:

Bila melakukan aktivitas olahraga hingga berkeringat, jumlah air yang diminum juga harus ditingkatkan untuk menggantikan jumlah cairan yang hilang.

Sangat penting untuk mengonsumsi air sebelum, saat, dan setelah berolahraga. Bila jenis olahraga yang dilakukan cukup intens dan berlangsung lebih dari satu jam, minuman yang mengandung elektrolit juga dapat dikonsumsi untuk menggantikan cairan tubuh dan elektrolit yang hilang melalui keringat.

Udara yang panas atau lembap dapat membuat seseorang lebih mudah berkeringat. Dengan demikian, orang tersebut membutuhkan asupan cairan yang lebih banyak.

Kesehatan fisik. Tubuh mengalami kehilangan cairan yang lebih saat terjadi demam, muntah, atau diare. Meningkatkan konsumsi air atau makanan yang mengandung cairan sangat direkomendasikan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.Kehamilan dan menyusui. Wanita hamil dan menyusui membutuhkan cairan yang lebih untuk tetap terhidrasi dengan baik.

Menghitung kebutuhan cairan setiap hari.The National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine di Amerika Serikat menyarankan bahwa asupan cairan total yang dibutuhkan untuk pria adalah sekitar 3,7 liter setiap hari. Sedangkan untuk wanita adalah 2,7 liter setiap hari. Sekitar 20?ri jumlah tersebut didapatkan dari makanan, dan 80% sisanya dari minuman.

Jika kebutuhan cairan dapat dipenuhi setiap hari, maka Anda akan merasakan sederet manfaat sehat berikut ini:1. Terhindar dari penyakit batu ginjal. Batu ginjal terbentuk akibat tingginya kadar kalsium dan oksalat di dalam ginjal. Dengan mencukupi kebutuhan cairan setiap hari, kadar zat tersebut dalam ginjal bisa ditekan sekecil-kecilnya, sehingga penyakit batu ginjal tak akan terjadi di kemudian hari.

2. Mencegah infeksi saluran kemih. Tidak tercukupinya kebutuhan cairan tubuh setiap hari meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih. Penyakit ini memberikan keluhan berupa kencing terasa tidak tuntas atau terputus-putus, terasa nyeri saat kencing, dan nyeri perut bagian bawah.

3. Meningkatkan fungsi otak. Kebutuhan cairan tubuh yang terpenuhi setiap hari berhubungan erat dengan kemampuan kognitif yang lebih baik. Jadi, jika Anda tak mampu memenuhi hal tersebut, daya ingat, perhatian, dan fungsi visuospasial akan mengalami gangguan.

Jangan biarkan tubuh Anda kekurangan pasokan cairan. Salah satu yang bisa dijadikan patokan dalam hal ini adalah warna urine yang keluar. Jika Anda kekurangan cairan, urine yang keluar akan berwarna kuning pekat. Sedangkan, jika kebutuhan cairan tubuh terpenuhi, urine akan berwarna putih atau kuning muda dan jernih. Yuk, minum!. [Sumber : klikdokter.com].