Berita Bethel
Penulis: Pram (05/04/2018)
"Kebangkitan-Nya Memberi Kita Kuasa untuk Hidup Maksimal"

Nats 1 Korintus 15:19-21. Manusia bisa bertahan hidup untuk waktu tertentu tanpa makanan dan minuman, tapi manusia tidak dapat bertahan hidup tanpa pengharapan setiap saat.Melalui perikop " Kebangkitan kita" (1 Korintus 15:12-34), kita dapat beberapa penjelasan bahwa Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kitalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia (ayat 12-19), maksudnya adalah jangan hanya mempercayai Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi kita untuk urusan " hidup ini " saja (Bios=Jasmani ) yang sangat terbatas selama kita ada di dunia ini.

Tetapi yang benar adalah Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari antara orang-orang yang telah meninggal ( ayat 20-34 ), maksudnya adalah kebangkitan kita secara jasmani dari kematian yang masing-masing kita akan alami, secara pasti telah dijamin oleh Kristus karena Dia telah lebih dahulu ( sulung ) bangkit dari kuasa maut (kematian selama-lamanya).

Jadi, karena Kristus telah menaklukkan maut (ayat 26) sebagai musuh yang terakhir yang telah dibinasakanNya, maka kebangkitan tubuh jasmani kita kelak dari kematian adalah suatu pengharapan yang pasti bagi setiap orang yang menghargai kuasa " Paskah " (kemenangan atas maut).

Hidup maksimal dimulai dari kebangkitan kita dalam pengharapan : Pertama, memiliki pengharapan di bumi (ayat 19)."... menaruh pengharapan pada Kristus,... ". Orang-orang yang paling malang dari segala manusia adalah mereka yang masih hidup, tapi sudah tidak berpengharapan. Pengharapan membangkitkan semangat, kekuatan dan kreatifitas serta kecerdasan hidup.

Lalu, dari manakah kita dapatkan semua itu? Saat kita menaruh pengharapan pada Kristus yang telah mengalahkan maut (kematian) sumber ketiadaan pengharapan. Band.2 Korintus 3:12-Pengharapan melahirkan keberanian penuh untuk bertindak. Kebangkitan Kristus yang menjadi dasar keyakinan akan kebangkitan kita, dinyatakan dengan bangkitnya pengharapan kita setiap saat selama kita hidup di dunia ini.

Karena itu, kemuliaan hidup kita tidak menjadi pudar walau secara jasmani keadaan kita akan menjadi pudar dan keberanian kita untuk bertindak dalam kebenaran semakin penuh, walau kekuatan jasmani kita akan semakin merosot.

Kedua, memiliki pengharapan di surga (ayat 20)."... bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang-orang mati,...".Paulus berkata dalam tulisannya (nats), " Tetapi yang benar ialah,.." pemakaian kata "tetapi" hendak menunjukkan akan suatu hal yang masih kurang lengkap nilainya. Artinya, bahwa pengharapan kita di bumi kurang lengkap jika tanpa pengharapan kita akan surga, sehingga pengharapan kita di dalam Kristus menjadi lebih benar adanya.

Sebab itu pengharapan kita akan surga melengkapi keseluruhan pengharapan kita untuk hidup dalam kekekalan surga, saat kita kelak akan dibangkitkan dari tubuh jasmani kita. Band. Lukas 20:36-Kebangkitan tubuh jasmani adalah bukti pengharapan kita di surga.

Sebab kebangkitan-Nya sungguh telah memberikan kita pengharapan yang pasti, dan hanya orang-orang yang hidup dengan pengharapan lah yang akan mengalami hidup yang maksimal adanya.[Pdt. Yusuf Sumitro-Sekretaris BPD GBI Tapanuli/Foto : Istimewa].