Berita Bethel
Penulis: Pram (16/04/2018)
Kamu Sudah Bersih, Hanya Tidak Semua

“Kata Yesus kepadanya: “Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya, Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua” (Yohanes 13:10).

KetIka saya masIh kecIl dan tinggal di kampung, tempat mandi kami jauh dari rumah (sumur umum atau sungai). Kami harus melewati jalan yang jauh dan bahkan kadang berlumpur ketika hujan. Akibatnya saat tiba di rumah kaki sudah kotor lagi.

Untuk mengatasi hal tersebut kami harus membawa air dari tempat mandi selain untuk digunakan untuk masak tetapi juga untuk cuci kami supaya bersih dari lumpur. Saya tidak perlu mandi lagi sebab sebelumnya saya sudah mandi. Hanya kaki saya yang kotor saja perlu di cuci.

Di Israel pada zaman Tuhan Yesus juga demikian.  Tidak seperti kita dewasa ini dimana air bersih atau sumur ada dalam rumah masing-masing. Ingatkah Saudara ketika Yesus  bertemu dengan seorang perempuan di sumur pada suatu siang?.

Itu salah satu contoh bahwa pada waktu itu sumur jauh dari rumah. Itu sebabnya pada masa itu seorang tuan rumah harus menyediakan air di depan rumah untuk mencuci kaki setiap tamu yang datang dengan anggapan  bahwa kaki mereka pasti kotor selama perjalanan.

Demikian kita hari ini. Sebelumnya  kita sangat kotor oleh dosa yang begitu kental. Namun pada saat kita beriman dan mengaku kepada Yesus, kita dibersihkan dari lumpur dosa yang melekat pada tubuh kita. Sekarang kita telah dibersihkan oleh Firman-Nya  (Yoh. 15:3).

Namun sekarang kita mengalami perjalanan yang jauh dan payah di dunia ini sehingga kaki kita kembali kotor meskipun  kita sudah mandi. Tidak ada cara lain untuk untuk menghindari semua  kotoran itu sepanjang waktu.Kita  memang sudah dibersihkan oleh firman dan Roh. Kita  hidup di dalam terang dan tidak.

Seseorang masih saja didominasi lagi oleh keinginan dosa. Namun faktanya di satu titik  tertentu kadang kita jatuh. Mungkin sekilas iri  atau mengucapkan kata-kata yang menghakimi tentang seseorang saudar seiman. Atau seketika pikiran kita dikuasai oleh nafsu atau sombong. Pada saat-saat seper ti itu kita sangat butuh penyucian dan belas kasihan serta kasih karunia Tuhan Yesus.

Saudaraku, kita memang sudah bersih tetapi kita harus sadar  dan mengakui bahwa saat ini kita sedang berjalan dalan dunia yang kotor oleh dosa. Oleh sabab itu kita senantiasa membutuhkan penyucian Tuhan. Saya tidak tahu kotoran apa yang melekat pada diri Saudara sampai saat Saudara membaca renungan ini. Marilah membersihkan  diri daripadanya dengan Firman dan Roh Kudus.

Marilah kita melakukan pembersihan setiap saat, sebab setiap saat selalu ada kotoran yang berusaha menempel pada kehidupan kita. Setiap saat kita perlu ber tobat dan memohon pengampunan dosa. Kita selalu membutuhkan kasih karunia-Nya. Jadilah umat yang selalu siap dibersihkan.[Sumber : RAB/Pdm. Yudika Ziliwu, M.Th].