Berita Bethel
Penulis: Pram (20/04/2018)

INDOCER Gelar Training Petra Angkatan XXII dan XXIII

Indonesia Cerdas (INDOCER) yang dipimpin Ketua Umum Dr. Fransiskus Irwan Widjaja dan Sekretaris Umum Dr. Hauw S. Santosa, mengadakan pelatihan PETRA angkatan XXII dan XXIII di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.

PETRA merupakan singkatan dari Pendidik Transformasi-pengajar/guru yang diutus untuk melayani di tanah Papua.Pelatihan yang berlangsung mulai 2 April 2018 sampai 28 Mei 2018 ini memiliki visi “Mewujudkan anak bangsa yang cerdas, berkarakter dan siap berkarya bagi bangsa”.

Dan misinya, mengutus guru pendidik transformasi ke seluruh Indonesia; memaksimalkan sumber daya manusia dan potensi daerah; dan transformasi daerah secara menyeluruh.

Seperti pada Kamis (05/4/18), Sekretaris Umum INDOCER Dr. Hauw S. Santosa meninjau pelatihan ditemani Bupati Jayapura Matius Awoitauw dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Alpius Toam.

Dalam kunjungannya, Matius Awoitauw menyampaikan rasa terima kasihnya kepada INDOCER karena telah ikut memajukan Papua lewat dunia pendidikan. “Dalam kesendirian kami, ternyata ada teman-teman yang luar biasa yaitu INDOCER,” ungkapnya.

Lebih jauh, INDOCER melalui PETRA telah banyak memberikan kontribusi yang positif bagi Papua khususnya Kabupaten Jayapura. “Supaya SDM di Papua bisa berkembang maka dibutuhkan guru-guru yang berkompeten.

Karena melalui guru-guru ini bisa menghasilakn generasi yang luar biasa. Dengan kita masuk seperti ini, secara tidak langsung kita menyiapkan generasi muda gereja yang hebat juga,” katanya dan mengungkapkan kehadiran para PETRA juga disambut hangat oleh para penduduk sehingga tercipta sebuah hubungan seperti keluarga.

“Suatu waktu di sebuah acara, saya pernah tanya pada guru PETRA tentang tempat tinggal. Mereka jawab, bingung karena semua masyarakat meminta mereka tinggal di rumahnya,”.

Dr. Hauw S. Santosa dalam penjelasannya menjamin para guru PETRA yang dikirim memiliki kemampuan yang mumpuni, baik dalam hardskill dan softskill. “Selain mengajar, mereka juga memberikan les tambahan di rumah. Ketika hari Sabtu, mereka membantu masyarakat untuk berkebun, bertani dan lain-lain.

Ketika hari Minggu, mereka menjadi guru sekolah minggu. Inilah yang kami bangun, supaya masyarakat merasa PETRA adalah bagian dari diri mereka mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. PETRA disiapkan sebagai guru, hamba Tuhan dan hamba masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Alpius Toam mengungkapkan hasil pelayanan dari INDOCER selama ini juga sudah mulai bisa dirasakan masyarakat. Dari dampak yang ada, tahun ini pemerintah telah menganggarkan APBD [dalam nominal tertentu, Red] untuk membiayai guru (PETRA) di Jayapura.

“Memang PETRA dikirim ke daerah pinggiran dan terpencil. Hasilnya dalam waktu 2 tahun bekerja, cukup signifikan. Seperti tahun 2016 ada Cerdas Cermat tingkat SD, SMP dan SMA, kabupaten Jayapura berhasil mendapatkan juara padahal sebelumnya yang sering mendapatkan juara dari daerah sekitar kabupaten Sentani. Lalu 2017, juaranya semakin merata dari daerah pinggiran maupun kota,” ujarnya.

Siang itu, Dr. Hauw S. Santosa juga mengajak Matius Awoitauw dan Alpius Toam melihat suasana pelatihan dan kunjungan diakhiri dengan foto bersama para PETRA. [NL].