Berita Bethel
Penulis: Pram (13/04/2015)
Pelatihan TAGANA RBV Angkatan Ke-28


Indonesia adalah negara yang paling rawan terhadap bencana di dunia. Hal ini berdasarkan data yang dipublikasikan Badan Perserikatan Bangsa Bangsa untuk Strategi Internasional Pengurangan Resiko Bencana (UN-ISDR). Korban bencana yang paling banyak adalah bersumber dari bahaya tsunami, tanah longsor dan letusan gunung berapi.Untuk menolong korban bencana harus diperlukan relawan-relawan yang memiliki kemampuan dengan standar profesional, sehingga bisa menolong korban bencana dengan memberikan pelayanan yang terbaik.



Atas dasar hal itu, maka Departemen Pelayanan Masyarakat BPH GBI melalui Relawan Rajawali Indonesia (RRI) bekerja-sama dengan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) dari Kemensos RI terus mengadakan pelatihan untuk relawan Angkatan 28. Lokasi pelatihan di Cibubur, Jakarta-Timur (7- 9/4). Kegiatan ini diikuti 64 orang peserta (12 orang wanita dan 52 pria) berasal dari Jakarta, Banten, Jawa Barat dan Bekasi. Pelatihan ini dibuka oleh Victor Sihaan dari Kemensos, sementara itu para pelatih dari Kemensos dan Dinas Provinsi DKI Jakarta.



Materi pelatihan selama tiga hari terdiri dari tendanisasi (mendirikan tenda), advokasi sosial, psikososial, pengenalan tentang TAGANA dan RRI, vertical rescue (penyelamatan vertikal), water rescue (penyelamatan di air, foto kanan atas), alat komunikasi dan talkpack, pengenalan logo, logistik dan pengungsi, pengenalan pemadam kebakaran (foto kiri atas), baris berbaris, dapur umum, trauma healing (penyembuhan trauma  akibat bencana).



Pelatihan ini ditutup secara resmi oleh Ketua Departemen Pelmas BPH GBI, Pdt. Wiryohadi dengan mengenakan topi Tagana kepada perwakilan peserta , pemberian sertifikat dan tanda pengenal Tagana (foto kiri bawah). Tampak hadir Ketua V BPH GBI, Pdt.dr. Josafat Mesach, dan Ketua BPD Jawa Barat, Pdt Sutadi Rusli. [Yusak Utomo-Departemen  Pelmas/Editor : Prambudi].