Berita Bethel
Penulis: Pram (04/05/2018)
Pemimpin yang Menjawab Kebutuhan

Seorang pemimpin yang tidak mementingkan diri sendiri adalah [tipe] pemimpin yang menjawab kebutuhan, demikian inti presentasi Ps. Jeffrey Rachmat. Beliau penggagas dan pendiri dari Jakarta Praise Community Church pada tahun 1999 dan sejak saat itu beliau melayani sebagai Gembala Sidang di JPCC.

Ia sebagai nara sumber pada acara Pastor dan Leader Conference 2018. Acara ini digelar oleh Departemen Litbang dan Jaringan BPH GBI dan bertempat di GBI Nafiri Allah, CP Jakarta-Barat [Rabu, 02/5]. Gereja ini digembalakan oleh Pdt. Yosia Abdisaputra, MTh dan sebagai Ketua Litbang dan Networking BPH GBI.

"Apa yang tidak dibutuhkan oleh orang-orang anda yang anda pimpin ?. Mereka tidak butuh perbandingan [dibanding-bandingkan dengan orang lain]. Murid Yesus memperbandingkan diri satu-sama lain perihal siapa yang paling besar diantara mereka, sehingga mereka berantem [ribut], jangan respons berlebihan jika dibandingkan diri dengan orang lain," ujar Ps. Jeffrey Rachmat.

Ia mengingatkan bahwa perbandingan tidak ada ujungnya. Sebagai seorang pemimpin, Ps. Jeffrey mengingatkan juga agar tidak membandingkan diri dengan pemimpin lainnya. Sebaliknya seorang pemimpin memiliki tanggung-jawab dan multiprestasikan apa yang ada pada dirinya. Lebih lanjut, ia mengutip nats Lukas 22:24-26.

Contoh perbandingan yang kemudian menimbulkan masalah di kemudian hari yakni para ibu-ibu yang membandingkan prestasi di medan perang antara Saul dan Daud. Saul secara keliru memanfaatkan team worknya untuk mengejar dan upayakan pembunuhan terhadap Daud.

"Ada [oknum] pemimpin yang kerahkan sumber dayanya untuk lakukan pembunuhan karakter terhadap [orang] yang ia perhitungkan sebagai saingan," ujarnya dengan nada prihatin.

Ciri pemimpin dewasa dan melayani. Ps. Jeffrey Rachmat menyampaikan ciri pemimpin yang dewasa dan pemimpin yang melayani. Pemimpin dewasa tidak mudah iri terhadap pencapaian orang lain, menjaga suasana kerja [pelayanan] agar tenang. "Yesus tidak pernah larang para murid untuk menjadi besar, tetapi Ia memberikan info untuk melakukan hal itu," katanya. Seorang pemimpin perlu untuk [belajar] sifat-sifat anak muda, tidak kaku terhadap perubahan dan enerjik.

Pemimpin yang melayani bercirikan memiliki hati yang bersedia melayani orang lain, bukan pasif, tidak menunggu perintah baru jalan [kerja]. Ia bersikap cepat tanggap, antisipatif,bisa memberikan solusi. Ia kemudian membacakan nats Yohanes 13:3-5 "...........13:5 kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu".

Selain itu, pemimpin yang melayani adalah orang yang tahu dan paham apa saja yang dibutuhkan oleh orang-orang yang dilayaninya, mengenali akar masalah dan memberikan solusi. Ps. Jeffrey membacakan nats Filipi 2:6 dan Ibrani 4:16.

Hasil yang akan diperoleh pemimpin, jika ia melakukan step diatas yaitu : 1.Mendapatkan komitmen yang tingg dari para pengerja. 2. Pengerja yang memiliki loyalitas. 3. Ada rasa kebersamaan. 4. Jarak antara pemimpin dengan orang yang dipimpinnya tidak terlalu jauh.Peserta memasuki sesi rehat dan selanjutnya masuk ke sisi berikutnya.