Berita Bethel
Penulis: Pram (07/05/2018)
Seminar Hukum Ketenagakerjaan LBH Bethel Indonesia

Latar belakang digelarnya seminar guna meresponi banyaknya gugatan PHI [Perselisihan Hubungan Industrial] dan tidak berjalannya Bipartit [dua pihak antara buruh dan perusahaan]. Hal itu disampaikan staf LBH Bethel, Raja Basar Hareva, SH [foto bawah tengah] kepada Redaksi di Graha Bethel, Jakarta [Jumat, 4/5]. Seminar ini merupakan kerja-sama LBH Bethel Indonesia - Direktorat Persyaratan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Lebih lanjut, ia mengatakan para peserta diharapkan bisa membagikan hasil-hasil seminar di wilayah pekerjaan [pelayanan] masing-masing. Berdasarkan data-data peserta, mereka berasal dari umum, interdenominasi gereja, mahasiswa S2 Pasca Sarjana Universitas Jayabaya [2017/2018] dengan total peserta sekitar 50-an orang [foto kanan bawah]. 

Sementara itu, opening dilayani oleh Ina Vera Tobing, Kepala Kantor BPH GBI [foto kiri bawah] dalam sambutan singkat. Ia mengatakan melalui seminar ini, para peserta bisa membangun hubungan kerja yang optimal berdasarkan UU yang berlaku sehingga dapat memahami empat hal yaitu : 1. Memahami dasar hukum dan peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan.

2. Memahami hak dan kewajiban pengusaha dan pekerja berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan. 3. Memahami solusi baru dalam perselisihan hubungan industrial. 4. Meningkatkan kualitas dan produktifitas para tenaga kerja dalam mencapai tujuan yang telah disepakati bersama.

Para nara sumber masing-masing Sumondang, Ka Subdit Hubungan Kerja Direktorat Persyaratan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI dan Basani Situmorang [Staf Ahli BPJS, dosen, mantan staf Depnaker]. Sesi pertama, Sumondang memaparkan tema "Hubungan Kerja dan Syarat-Syarat Kerja". Selanjutnta Basani Situmorang membahas UU No. 13 Tahun 2003 dan UU No. 2 Tahun 2004 tentang "Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial" pada sesi ke-2.