Berita Bethel
Penulis: Pram (13/04/2015)
Era Baru Menuju GBI MANTAP


Kamus Besar Bahasa Indonesia menjelaskan kata "mantap" sebagai "tetap hati, kukuh, kuat, tidak berubah, stabil, aman dan tidak goyah." GBI Mantap berbicara tentang hamba Tuhan dan anggota jemaat yang dilayani atau yang digembalakan. Jika hamba Tuhan dan jemaat yang dilayani tetap hati pada Tuhan, kukuh, kuat, stabil, tidak berubah dalam kesetiaan pada Tuhan, tidak goyah oleh keadaan apapun karena memiliki rasa aman di dalam Tuhan Yesus Kristus, itulah GBI Mantap.



Karakteristik era baru menuju GBI Mantap ditandai enam  hal yang diakronimkan (disingkat) dalam kata MANTAP yaitu : PERTAMA : MELAYANI SEBAGAI GAYA HIDUP.  Kebesaran sejati tidak terletak pada jabatan yang dimiliki, tetapi pada kesediaan untuk melayani. Kesediaan untuk melayani sebagai gaya hidup bisa terjadi jika kita belajar dari Yesus Kristus. Ia  datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang (Matius 20:25-28).



Banyak masalah terjadi dalam hubungan antar para hamba Tuhan bukan karena ulah setan, walaupun seringkali setan menyerang, tetapi karena bergaya hidup sebagai bos. Demi menjadi bos, jabatan organisasi gereja diperebutkan dengan cara-cara yang kotor seperti menyebarkan fitnah bahkan lebih kotor dari politik duniawi. Kesediaan untuk melayani dan rela berkorban berarti kita menjadi seperti Yesus Kristus, dan itulah era baru menuju GBI Mantap.



KEDUA : ANDALKAN TUHAN DALAM SEGALA PERKARA.  Era baru menuju GBI Mantap  hanya bisa terjadi kalau semua hamba Tuhan dan anggota jemaat GBI mengandalkan Tuhan Yesus Kristus dalam segala perkara (Yeremia 17:6-7). Tuhan tidak mau kita mempertuhankan dua tuan, Yesus Kristus dan mamon. Tuhan kita adalah Bapa yang cemburu, Dia mau agar kita hanya mengandalkan Dia saja dalam segala hal.



KETIGA : NANTIKAN TUHAN DALAM DOA PUASA,PUJIAN DAN PENYEMBAHAN.  Orang yang merasa dirinya hebat, pintar dan kuat akan berjalan dengan kekuatannya sendiri. Orang yang rendah hati akan terus belajar menantikan Tuhan dalam doa puasa, pujian dan penyembahan. Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus:  Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka. Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi (Kis.13:2-3).



KEEMPAT : TAATILAH FIRMAN TUHAN DAN TATA GEREJA GBI.  GBI Mantap  bisa berjalan dengan baik, kalau semua hamba Tuhan GBI dan jemaat mentaati Firman  Tuhan dan Tata Gereja GBI sebagai aturan main dalam berorganisasi yang sehat. Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang bijaksana yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu (Mat.7:24).GBI Mantap menyelaraskan ketaatan pada Firman Tuhan sebagai keputusan Roh Kudus dan Tata Gereja GBI sebagai keputusan kami (hamba Tuhan GBI dalam Sinode). "Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami...." (Kis.15:28).



KELIMA : AMPUNILAH SEMUA ORANG YANG MENYAKITKAN KITA.  Konflik internal terjadi karena sakit hati dan ambisi untuk berkuasa dalam suatu jabatan organisasi tapi tidak tercapai. Karena tak tercapai, kemudian ngambek dan membuat huru-hara. Solusi untuk penyelesaian masalah sakit hati hanya dengan saling mengampuni. Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di Sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu (Markus 11:25). Mengampuni harus dengan segenap hati (Mat.18:35).



KEENAM : PENUH SELALU DENGAN ROH KUDUS. Orang yang mabuk anggur tidak bisa melayani sesama dengan maksimal menuju pertobatan yang sejati sebab dia sendiri pun tidak pernah bertobat dan bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan Yesus Kristus. Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh Kudus (Efesus 5:18).[Pdt. Kirenius Bole, S.Th].