Berita Bethel
Penulis: Pram (16/05/2018)
PP DPA GBI : Sampaikan Pernyataan yang Mendatangkan Kesejukan !

Usai pres konferensi dengan media dalam rangka pernyataan sikap PP DPA BPH GBI berkaitan dengan teror bom di 3 Gereja di Surabaya, secara bergantian para Pengurus Pusat DPA BPH GBI menyampaikan komentar, pandangan dan himbauan berkaitan dengan situasi terkini di Graha Bethel, Jakarta [Selasa, 15/5].

Para Pengurus Pusat Departemen Pemuda dan Anak [PP DPA] BPH GBI terdiri dari Pdt. Goring Abast [Biro Dewasa Muda], Pdt. Andre Imam [Wakil Ketua I], Pdt. Selnop Padang [Biro Pemerintahan], Pdt. Yusuf Suranta Purba [Sekretaris Umum], Pdt. Tonny Tanuwijaya [Wakil Ketua II], Pdt. Andreas Tuhenay [Biro Networking], Pdt. Ricky Rido Sinaga [Wakil Ketua III], Pdt. Risdianto [Biro Litbang].

Hadir para media-media online Kristiani yang terdiri dari victoriusnews.com,onlinekristen.com, jawaban.com, tricitramedia.com/RPK FM, warningtime.com, wartamaya.id, wartanasrani.com, reformata.com, tabloidmitra.com. Sementara itu, media-media cetak yang hadir yaitu Majalah Gaharu, Majalah Inspirasi, Mitra Indonesia, dan Majalah Narwastu.

Pdt. Risdianto [Biro Litbang PP DPA BPH GBI] menghimbau agar semua pihak bisa menyampaikan pernyataan-pernyataannya yang mendatangkan kesejukan, menghindarkan ucapan-ucapan yang bernada kebencian [hate speech], menahan diri, berkata-kata dengan berpikir terlebih dahulu. "DPA GBI mendukung Pemerintah, sehingga Pemerintah tidak sendirian [hadapi teror]," tegasnya.

Generasi muda musti waspada dalam menghadapi upaya-upaya adu domba oleh pihak tertentu, DPA GBI terus memberikan kontribusi dalam membangun kebersamaan dan mendukung Pemerintah. Hal itu disampaikan oleh Pdt. Selnop Padang. Ia menambahkan bahwa DPA GBI telah bergerak mendoakan bangsa Indonesia melalui salah satunya kubu-kubu doa.  

Sementara itu, Pdt. Yusuf Suranta Purba mendesak agar DPR segera mensahkan RUU Anti-Terorisme dan menilai pelibatan anak-anak sebagai eksekutor peledakan bom menimbulkan ketidak-setujuan dan keprihatian yang mendalam. Ia kemudian mendorong Pemerintah agar menekankan [mengajarkan] perihal NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika kepada anak-anak sejak dini.

Hal senada ditegaskan Pdt. Andre Imam, dirinya tidak setuju pelibatan anak-anak dalam teror bom. Menurutnya, jika anak-anak dididik dengan benar bisa menjadi pemimpin yang mumpuni di kemudian hari. Malam hari usai pres kon ini, beberapa Pengurus Pusat DPA GBI akan menghadiri aksi damai sebagai wujud keprihatinan terhadap teror yang melanda kota Surabaya.

Pdt. Andreas Tuhenay menyampaikan perihal DPA yang telah berjejaring dengan lintas agama khususnya dengan organisasi-organisasi kepemudaan.  Ia pun setuju agar RUU Anti-Terorisme segera disahkan DPR.

Pdt. Ricky Rido Sinaga menyampaikan 37 Pengurus Daerah DPA di seluruh Indonesia, 5 Pengurus DPA di luar negeri dan 5.765 KPA di seluruh Indonesia. Acara dilanjutkan dengan tanya-jawab dan diakhiri dengan foto bersama [Depan para pengurus PP DPA dan belakang para wartawan media Kristiani].

Berita Terkait :

Pernyataan Sikap PP DPA Berkaitan Tragedi Teror Bom di Surabaya