Berita Bethel
Penulis: Pram (17/06/2018)
Mengapa Menjadi Terang Dunia ?

“Kamu adalah terang dunia.Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi” (Matius 5:14). Dari pembacaan Injil 5:14, kita dapat belajar beberapa kebenaran yang dapat menjadi perenungan bagi kita semua. Di  dalam ketiga ayat ini, Yesus  menghendaki  murid-murid-Nya untuk menjadi dan bahkan sudah jadi terang bagi dunia. Pertanyaannya adalah “apa yang dimaksud dengan “dunia” di dalam ayat ini ?.Kata dunia berasal dari kata Yunani  “kosmos,” yang mempunyai setidaknya dua  pengertian.

Yang pertama adalah “dunia atau alam semesta” yang terdiri dari langit dan bumi serta isi; dan yang kedua adalah “umat manusia.” Yoh. 3:16 mengatakan: “karena begitu besar kasih Allah  akan dunia (kosmos) ini, sehingga ia mengaruniakan  Anak-Nya yang tunggal, setiap orang yang percaya  kepada- Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Bandingkan dengan terjemahan BIS: “Karena Allah begitu mengasihi manusia di dunia (kosmos) ini, sehingga Ia memberikan  Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan mendapat hidup sejati dan kekal.”

Di dalam  Mat. 5:14 pun, yang dimaksudkan dengan dunia adalah umat manusia yang tinggal di dunia ini. Jadi, ketika Yesus berkata: “kamu adalah terang dunia,” itu berar ti kita dikehendaki Tuhan untuk menjadi terang bagi sesama kita. Katakan: “Amin!”. Mengapa kita harus menjadi “terang” bagi sesama kita.

Mat. 4:13-16 mengatakan: “Ia meninggalkan  Nazaret dan diam di Kapernaum,  di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:  “Tanah  Zebulon dan tanah Naftali,  jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan,  Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.”

Orang-orang “di luar” persekutuan dengan Yesus ada di dalam kegelapan secara rohani. Mereka berada di luar keselamatan. Dengan kata lain mereka dinaungi maut. Kata “maut” dari kata “thanatos,” keterpisahan dengan Allah untuk selama-lamanya.  Inilah keadaan  orang yang terpisah dengan Allah.

Orang  kaya, dalam perumpamaan dengan Lazarus, berkata: “Kalau demikian, aku meminta kepadamu,  bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingatkan mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk ke dalam tempat penderitaan ini” (Luk. 16: 27-28).

Kata “penderitaan” (Yun.: basanos) berarti pengalaman  tersiksa dengan rasa nyeri yang sangat. Itu keadaan orang terpisah dengan Allah.Dunia, manusia yang diluar persekutuan dengan Kristus, berada dalam kegelapan dan dinaungi maut. Tujuan akhir hidup mereka sangat tragis, yaitu dalam siksaan yang kekal. Fakta inilah yang mendorong kita menjadi terang bagi mereka.hidup glamour seseorang tidak menentukan akhir hidup yang berkenan di hadapan Tuhan, kecuali ia berada di dalam terang. [Sumber : R.A.B/Pdt. Stephano Ambessa, MTh-Foto : Istimewa].