Berita Bethel
Penulis: Pram (01/07/2018)
Mengenal Tuhan

“Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi” [Kolose 3:2]. Ada  hari-hari  dimana  apa yang kita pikirkan, yang kita rasakan yang kita inginkan hanyalah tentang perkara perkara dunia tentang diri kita atau orang lain. Tentang kebutuhan hidup dan pencapaian-pencapaian dalam hidup kita. Kadang kita merasa berbahagia dan bisa tersenyum, tertawa bahkan terkadang kita berduka, sakit hati, kecewa, menyesal, ketakutan, marah dan lain sebagainya.

Dalam kehidupan manusia didunia ini yang selalu berubah-ubah dan tidak pasti, secara umum manusia sebenarnya menderita dan berada dibawah hukum dosa dan maut. Itulah sebabnya ada manusia yang ingin mati saat beban dan kesulitan hidup sudah seper ti melampaui kekuatan dan kesanggupannya.

Tetapi yang lebih mengherankan lagi adalah bahwa akibat dosa dan maut ini faktanya tidak banyak manusia yang bisa “MELIHAT”  dan “MENYADARI” kesudahan dari semua ini. Mengapa? sebab setan tidak ingin manusia bisa menyadari keberadaannya karena jika manusia bisa “MELIHAT”  dan sadar maka manusia pasti akan BERTOBAT.

Faktor  lain disebabkan oleh fokus hidup kita yang sudah teralihkan, yang ada dalam jarak pandang kehidupan kita bukan lagi kebenaran, tetapi seluruhnya kefanaan yang disebabkan hilangnya peranan roh kudus dalam kehidupan kita.

Seberapa hancur dan fana kehidupan kita akan semakin terlihat dan bisa disadari jika kita pernah mengalami manis dan indahnya karya Roh Kudus dalah hati kita. Jika kita pernah mengalami “Lawatan” Kuasa  Tuhan, maka kita akan menyadari betapa sia-sianya kehidupan ini tanpa Tuhan, sekalipun terkadang kita bisa merasa bahagia oleh karena beberapa kenikmatan dunia ini, tetapi itu semua karena anugerah Tuhan.

Pengalaman akan perkara-perkara ilahi inilah yang akan banyak mengubah kehidupan kita, hati kita akan lebih damai, lebih lembut, lebih rela, pikiran kita akan jernih dan benar, bahkan keinginan-keinginan kita pun akan lebih mulai dan benar. Saat kita bisa mengingat kebaikan Tuhan merenungkan keajaiban hidup yang diciptakan Tuhan, maka kita akan menemukan bahwa betapa dahsyatnya kehidupan nantinya bersama  Tuhan.

Itulah sebabnya  Paulus mengingatkan kepada jemaat Kolose agar tetap memikirkan perkara-perkara di atas, bukan di bumi. Perkara-perkara di atas adalah berbicara mengenai pekerjaan Tuhan, anugerah Tuhan, karunia dan kebaikan yang Tuhan berikan dalam hidup kita.

Jika fokus kita kepada perkara di atas, tidak ada satupun perkara di bumi yang menjadi mustahil. Tetapi sebaliknya, ketika kita fokus pada perkara di bumi, maka segalanya akan menjadi terbatas dan sulit, karena apa yang ada dalam bumi ini akan lenyap.

Oleh karena itu milikilah pengalaman perkara-perkara  Ilahi. Pengalaman akan kuasa dan kasih Tuhan seper ti inilah yang akan sangat membantu kita untuk tetap memiliki iman dan pengharapan saat kehidupan kita mengalami banyak kegelapan dan kesusahan.

Ingatlah selalu bahwa betapa terberkatinya manusia yang bisa Mengenal Tuhan, Percaya kepada Tuhan dan mengenal keilahian- Nya yang sangat dahsyat, menakjubkan dan ajaib.Pengalaman mengenal tuhan lebih berharga daripada apa yang dunia sanggup tawarkan.  [Sumber : R.A.B/Pdm.Selnop Padang-Foto : Istimewa].