Berita Bethel
Penulis: Pram (11/07/2018)
Hidup Berjalan Bersama Tuhan

Nats Keluaran 33:1-23. Pendahuluan: Rasa takut adalah hal yang manusiawi, tetapi disertai Tuhan adalah hal yang patut kita alami.Isi/konteks:Melalui perikop " Musa meminta penyertaan Tuhan di gurun ", kita dapat memahami bahwa: Musa adalah manusia yang tidak jauh beda dengan kita, memiliki perasaan yang bisa dibayang-bayangi oleh rasa " takut ". Ketakutan Musa sangat beralasan, yakni memimpin bangsa Israel yang Tuhan sebut " bangsa yang tegar tengkuk" (ayat 3).

Musa memperoleh keberanian untuk melanjutkan tugas perjalanan yang tidak mudah itu, setelah Musa dengan yakin meminta penyertaan Tuhan ( band. Berdoa ) dalam melewati Padang gurun yang ganas (ayat 16).

Aplikasi/Penerapan: Seperti apakah, Hidup Berjalan Bersama Tuhan ?. 1. Mendoakan apa yang sedang dan akan dikerjakan." Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami,.." (15a). Mendoakan = Menyepakati sesuatu dengan Tuhan dengan iman. Dalam doanha, Musa meminta : A. Tuhan tunjukkan jalan (ayat 12-13)

B.Tuhan bimbing mereka (ayat 14). C. Tuhan perlihatkan kemuliaanNya (ayat 18). Lalu, sampai saat ini apakah yang menjadi alasan kita mendoakan berbagai macam doa kita dihadapan Tuhan kita, Yesus Kristus yang sekalipun jauh dalam singgasana kemuliaanNya tetapi juga dekat dalam kasih-Nya kepada setiap orang yang percaya kepada namaNya ?.

Sejatinya, jika doa bukan bersepakat dengan Tuhan untuk melibatkan Tuhan sepenuhnya dalam seluruh perjalanan hidup kita dimuka bumi ini, berhentilah berdoa sebelum makin jauh melangkah tanpa Tuhan.

Band. Yakobus 4:3 - Doa bukan upaya mendesak Tuhan dengan paksa untuk memenuhi keinginan dan hasrat daging manusiawi kita. Doa adalah tindakan menaklukkan diri pada bimbingan Tuhan untuk memperoleh apa yang kita perlukan dan butuhkan dalam kelanjutan perjalanan kita menuju kekekalan " Tanah Kanaan Surgawi "

2.Mengerjakan apa yang sudah kita doakan ( sepakati ) dihadapan Tuhan."... Janganlah suruh kami berangkat dari sini" (15b).Hidup berjalan bersama Tuhan, berarti konsisten untuk mengerjakan apa yang sudah disepakati ( didoakan ) dan diaminkan dihadapan Tuhan. Maka, percaya diri akan hadir untuk menguatkan hati mengerjakan apa yang harus tanggung perjalanan hidup kita.

Melalui kalimat ",.. janganlah suruh kami berangkat dari sini " kita dapat mengerti bahwa: A.Musa hanya melakukan apa yang sudah didoakan ( disepakati dengan Tuhan) dengan penuh keyakinan / iman.

B.Musa bertindak atas " suruhan " Tuhan ( hasil doanya Musa ). Band. Matius 6:7 - Mengerjakan satu tindakan nyata dari apa yang sudah disepakati ( didoakan ) dihadapan Tuhan, jauh lebih berfaedah dari ribuan kalimat doa yang dinaikkan dihadapan Tuhan.[Pdt. Yusuf Sumitro, MTh].