Berita Bethel
Penulis: Pram (16/07/2018)
Pdt. Himawan Leenardo : Perhatikanlah Generasi Muda !

Perwil-Perwil GBI se-DKI Jakarta dan para Gembala GBI berkumpul di Graha Bethel, Jakarta [Kamis, 12/6] guna mengikuti sosialisasi Sidang Sinode GBI XVI yang bakalan digelar pada tanggal 23-26 Oktober 2018 di SICC, Sentul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa-Barat.

Menurut keterangan Pdt. Agus Irawan, S.PAK selaku Sekretaris I BPD GBI DKI Jakarta kepada Redaksi di lokasi, acara diisi dengan sosialisasi, pendaftartaran calon peserta, renungan Firman Tuhan singkat dan pembagian surat dari BPD DKI Jakarta perihal permohonan donasi untuk dana persidangan.

Pdt. Himawan Leenardo, Sekretaris I BPH GBI ketika menyampaikan renungan mengutip nats Hagai 2:4 "Masih adakah di antara kamu yang telah melihat Rumah ini dalam kemegahannya semula? Dan bagaimanakah kamu lihat keadaannya sekarang? Bukankah keadaannya di matamu seperti tidak ada artinya?".

Sekretaris I BPH GBI ini menyoroti perihal anak-anak muda yang hang-out di cafe-cafe, resto-resto. Sementara itu, ia menambahkan bahwa tantangan yang dihadapi gereja semakin berat sebab zaman sedang berubah.

Pdt. Himawan kilas balik ke masa lampau, ketika itu ribuan anak muda datang ibadah pada Sabtu malam Minggu, namun bagaimana dengan perkembangan situasi gereja terkini ?.

Ia menaruh perhatian perihal banyaknya tempat-tempat ibadah Kristen yang saat ini beralih fungsi menjadi cafe, resto, bahkan ada pula yang mengalami kebangkrutan, seperti salah satunya di kota Anaheim, California, USA.

"Penurunan [jemaat] terjadi secara perlahan, bukan seketika. Kehilangan anak-anak muda dimulai dengan satu, dua orang. Bila kita tidak aware [peduli], maka kehilangan anak-anak muda ini dianggap biasa," ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga prihatin soal banyaknya gereja yang mengalami perpecahan.Perihal motivasi dalam ibadah atau pelayanan, Ia mempertanyakan bagaimana seseorang masuk [hadir] di gereja karena mencari Tuhan atau ingin menikmati fasilitas yang nyaman atau pengajarannya bagus atau [gereja, hamba Tuhan] mampu memberikan contoh nyata buat kehidupan sehari-hari. Nats Hagai 1:9 dan Wahyu 3:20 menjadi nats penutup dalam sharingnya.