Berita Bethel
Penulis: Pram (08/08/2018)
Pemuridan Penting Buat Pertumbuhan Gereja

Dahsyat dan luar biasa, ketika seseorang atau sekelompok orang mendapatkan pengurapan dari kuasa Roh Kudus sperti tertulis pada nats KIS 1:8 "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Usai dipenuhi Roh Kudus, Petrus berkotbah secara luar biasa. Bahkan 3.000 orang bertobat. Now, no power, no winning soul, why ? [Saat ini, tanpa kuasa Roh Kudus berarti tidak ada jiwa yang dimenangkan. Mengapa ?]. Suatu gereja akan bertumbuh, bila gereja melakukan pemuridan secara serius.

Kata murid [Yunani = mathetes] yang artinya pengikut dari guru atau tuannya, pembelajar, meneladani guru. Standar orang percaya adalah melakukan Amanat Agung Yesus Kristus.Sebab melalui cara ini maka orang percaya akan berhasil membawa orang [jiwa baru] kepada Yesus Kristus. Dengan kata lain meneladani-Nya.

Pertumbuhan gereja ada tiga macam kategori yaitu : 1. kuantitatif. 2. kualitatif. 3. organik. Gereja bertumbuh bukan hanya soal banyaknya jemaat saja [kuantitatif], atau soal kedewasaan kerohanian jemaat [kualitatif], tetapi harus secara organik [struktural gereja, dan didukung oleh pemuridan yang kuat].

Suatu gereja bisa saja bertumbuh secara luar biasa pada satu musim, tapi ketika musim itu selesai, gembala gereja juga selesai juga, maka pertumbuhan gereja terhenti.Hal ini bisa terjadi karena kita tidak fokus kepada kategori rohani.

Beberapa hal penting yang berkaitan dengan pentingnya pemuridan untuk pertumbuhan gereja terdiri dari empat poin : 1. Injil Matius 28:29-30, pemuridan = perintah Yesus Kritus dalam bentuk Amanat Agung.

2. Mengatasi kedangkalan dalam pertumbuhan kuantitatif gereja. Banyak orang yang mengakui Yesus Kristus sebagai juru selamat, tetapi [mereka] tidak memahami koneksinya apa dan kewajiban apa yang harus dilakukan.

Chuck Colson berpandangan gereja yang luas 3.000 mile, namun hanya 1 inchi saja kedalamannya. Alias banyak yang masih bayi [rohani]. 3. Memelihara umat Tuhan agar hidup dalam kebenaran. Call Thomas berpandangan bahwa masalah [gereja] kini terletak pada umat Tuhan yang tidak disiplin dan tidak dimuridkan.

Poin no. 4, Multiplikasikan pemuridan. Gereja dipanggil untuk menjadi murid Yesus Kristus dan kemudian menghasilkan murid. Tujuan gereja meliputi menggembalakan jemaat dengan baik, melakukan PI terhadap jiwa-jiwa yang terhilang, membangkitkan pemimpin yang selanjutnya memuridkan orang [jemaat]. Beberapa contoh yakni Elia - Elisa, Musa - Yosua, dan Paulus - Timotius.

Yesus Kristus melakukan pemuridan terhadap 12 orang, kemudian mengutus 70 orang murid berikutnya ke desa-desa dan mereka selanjutnya memuridkan orang lain.  

Karakteristik pemuridan terdiri dari : 1. Tidak fokus kepada jabatan, melainkan relasi guru-murid. 2. Allah bergerak dari satu pribadi kepada pribadi lainnya. 3. Pemuridan membentuk kelompok-kelompok sel yang dinamis dan bermultiplikasi.

Prinsip pemuridan adalah suatu rangkaian [proses] yang bergerak dengan dimulai dari pencaharian murid, membangun hubungan, memberi pembekaln, penamtauan progress [perkembangan], bergerak menuju mandiri, melepas murid sebagai proses terakhir.

Materi disampaikan oleh Pdt. Dr. Japarlin Marbun,Ketua Umum BPH GBI sebagai salah satu keynote speaker pada sesi Empowered 21 Asia Indonesia - 2018 dengan tema "Fire and Glory" [Api dan Kemuliaan], pada hari Jumat, tanggal 18 Juli 2018 di SICC Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa-Barat.

Sekitar 12.700 orang hadir pada acara ini. Acara berlangsung mulai 17-20 Juli 2018.Prof. Dr. Thomas Pentury, M. Si sebagai Dirjen Bimas Kristen berhalangan hadir dan sambutan tertulisnya dibacakan oleh Drs. Andar Gultom, MPD.