Berita Bethel
Penulis: Pram (05/09/2018)
Membangun Youth yang Muantap !

Kelompok youth perlu mendapatkan atensi khusus, dengan demikian gereja tidak hanya fokus kepada layanan jemaat umum. Hal itu disampaikan Pdt. Juan Mogi pada acara Charisma Conference 2018.

Konferensi bertempat di GBI Bethel Mekarwangi [Stairway From Heaven], Bandung, Jawa-Barat [Rabu, 5/9]. Pdt. Dr. Japarlin Marbun selaku Ketua Umum BPH GBI membuka acara ini tepat jam 09.15 WIB.

Sesi pertama disampaikan oleh Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham [Gembala setempat] dengan tema Gereja Menyala Karena Api Roh Kudus [Spirit Ignited Church]. Pdt. Juan Mogi menyampaikan perihal Kotbah yang diurapi RK [Spirit Ignited Sermon] dan Pdt. Edward Supit berbicara dengan tema "Spirit Ignited Family".

Ia kemudian mengutip nats Ibrani 3:4 dan I Kor 3:12. Pelayanan youth menurutnya adalah pelayanan serius. It is a must, not an option [sesuatu yang harus dikerjakan, bukan pilihan/sampingan].

Ibarat seseorang akan membangun rumah, maka ia musti mempersiapkan langkah-langkah : 1.Needs and styles : Kebutuhan apa  dan gaya rumah seperti apa ?. 2. Preliminary Design. 3. Shop Drawing. 4. Bill of Quantity.

5. Blue Print. Apakah ada khusus youth pastor di gereja anda ?. Berapa bujet untuk Youth ini, seberapa bagus fasilitas youth bila dibandingkan dengan fasilitas ibadah umum.

Pdt. Juan Mogi melanjutkan perihal perumpamaan Tuhan Yesus Kristus soal 5 talenta, 2 talenta dan 1 talenta.Kurang lebih ia mengkalkulasi nilai talenta, 1 talenta = 34 kg emas : IDR 17 M. 2 talenta = IDR 1.2 M dan5 talenta = IDR 85 M. Guna melakukan pembangunan youth secara tepat guna, ia menjabarkan beberapa step :

I. Build the stewardship : 1. Perlu membangun penata-layanan khusus Youth, seperti tertulis pada nats Matius 25:14-15. "Lakukan check resources [misalnya 5 orang], berapa sumber daya manusia anda," ujarnya.  

2. Check strength, apa yang menjadi kekuatan youth anda. Apakah mereka mempunyai kemampuan planning [perencanaan], caring [kepedulian], reaching [penjangkauan jiwa], PW/Doa, mengajar Firman Tuhan dengan baik].

3. Melakukan pemetaan segmentation : a. anak-anak jemaat. b. SMP-SMA. c. Teens. d. University. Namun, ia juga mengingatkan jika gereja fokus kepada fasilitas, maka pelayanan akan "selesai".   

II. Building Relationship [Matius 25:27] : a. Comfort, membangun hubungan yang nyaman. Kalau tidak comfort [nyaman] dengan pemimpinnya, maka mereka tidak akan hadir. Pertemanan perlu kuat, bukan fasilitas. b. Build frienship [persahabatan]. c. Build spiritual journey [perjalanan kerohanian]. "Kita musti bawa mereka ke kelompok sel, isi dengan kotbah-kotbah yang ringan," pesannya.

d. Build leadership [Matius 25:23]. Orang bisa hadir ke suatu ibadah karena ia punya pengaruh dengan cara menambahkan nilai. Misalnya, melatih mereka hal-hal yang belum mereka ketahui. Bukan memperlakukan mereka seperti bos-anak buah. Cara menambah nilai dengan cara mencari inspirasi.

3 jenis kepemimpinan menurut pengamatan Pdt. Juan Mogi terdiri dari : 1. Kelompok pertama : Intimidasi [suka mengancam, menakut-nakuti], manipulasi [memanfaatkan orang lain untuk menguntungkan diri sendiri dan mendominasi [menguasai].

2. Kelompok kedua : Inspiring [pemimpin berubah terlebih dahulu], Serving : melayani setulus hati. By up-gade : Siap dan bersedia berubah dan menyesuaikan dengan perubahan zaman. "Youth senang sesuatu yang feel at home," pungkasnya.