Berita Bethel
Penulis: Pram (05/09/2018)
5 Langkah Menjadi Pemimpin yang Menginspirasi

Seorang pemimpin akan mempengaruhi perkembangan suatu organisasi [pelayanan]. Kualitas pemimpin juga akan memberikan dampak yang siknifikan terhadap para orang yang dipimpinnya.

Pdt. Josia Abdisaputra berbicara pada sesi Pleno IV dengan tema "Spirit Ignited Leader". Untuk menjadi seorang pemimpin yang memberikan inspirasi bagi organisasi [pelayanan] maka ia bisa melakukan 5 langkah :

1. Pemimpin bisa memimpin dirinya sendiri, hal ini menempati porsi terbesar dan terutama. "Jatuh dan bangun [organisasi,Red] karena pemimpin, suatu pandangan dari John Maxwell.  Memimpin ke bawah [gampang, namun menghabiskan energi, 5% energi]," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan seorang pemimpin memimpin ke samping kiri-kanan [rekan-rekannya] atau disebut dengan literal akan menyerap energi sebanyak 20%.Sementara itu, memimpin ke atas [lebih sulit, mempengaruhi pemimpin diatas dirinya] mencapai 25% energi.

Porsi terbesar energi sebanyak 50% yakni pemimpin yang memimpin dirinya sendiri. Memimpin diri sendiri dengan cara bertekun, mengawasi diri sendiri [I Tim 4:16]. Ia terbuka dan bersedia di cek, uji diri sendiri [2 Kor 13:15 dan Titus 2:6-8]. Ia musti bisa menguasai diri, menguasai emosi dan menjadi teladan. "Generasi muda bisa diubah hidupnya melalui teladan sang pemimpin," tegasnya.

2. Pemimpin bergerak dengan visi, bukan emosi. Banyak pemimpin bergerak dengan emosi [reaktif]. Gereja lain buat ini-itu, ia meniru. Akibatnya ia akan ter-intimidasi ketika gereja lain membuat sesuatu.

Visi akan memberikan petunjuk dan team [pelayanan] menjadi fokus. Jika tidak ada visi, pelayanan akan alami stagnasi. Gereja yang berbasis pada even tidak akan menghasilkan pertumbuhan secara siknifikan.

Tanpa visi, jemaat tercerai-berai, pelayanan stagnan, mudah "aus" [kelelahan] walau ada banyak kegiatan pelayanan. Tampak bagus, tapi bisa kelelahan, tidak ada sesuatu yang mengikat, jemaat akan banyak menuntut. Artinya, mereka bukan menggunakan pola pikir berkontribusi. Organisasi fokus internal, bersaing, berebut sumber daya.

Dasar menentukan visi : 1.Mengapa organisasi  anda harus ada ?. 2. Dalam hal apakah organisasi anda bisa menjadi yang terbaik di kota anda ?. 3. Jika anda hanya bisa melakukan satu hal saja, apa yang akan anda lakukan ?.

4. Jika anda meninggalkan organisasi anda besok, apa yang anda harapkan akan tetap berlangsung dalam organisasi anda ?. 5. Apa yang terus membuat hari anda hancur, tidak bisa tidur, terus-menerus mengusik anda. Ia juga menggaris-bawahi bahwa visi musti berwujud singkat, besar dan menggugah diri sendiri dan orang lain].

3. Pemimpin yang membangun Team. Keluaran 18:17-18. Perlu anak-anak muda, tapi bukan singkirkan yang senior. Beri ruang untuk salah. 4. Pemimpin yang antisipasi perubahan. Usia berapapun musti mau berubah. "Jangan sampai dipaksa berubah. Banyak pemimpin yang tidak mau berubah," ujarnya.

5. Pemimpin yang otensik [asli], tidak meniru-niru orang lain sehingga ia punya rasa aman. "Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain," pungkasnya.Acara konferensi selesai sekitar jam 16.20 WIB. Selanjutnya, KKR malam ini akan dilayani Pdt. Gilbert Lumoindong, STh mulai jam 18.00 WIB - selesai.