Berita Bethel
Penulis: Pram (06/09/2018)
Gereja dan Keluarga Saling Mendukung

"Perceraian, narkoba, free sex di kalangan anak-anak muda tinggi. Secara umum geraja alami kemajuan, namun sebaliknya, banyak keluarga alami kesuraman. Keluarga dan gereja saling melengkapi dan mendukung, sehingga mereka bisa memberikan pengaruh kepada dunia," ujar Pdt. Hengky So, MTh [Gembala GBI Ecclesia, Cengkareng, Jakarta-Barat dan Ka. Dept. Teologia BPH GBI].

Ia menjadi nara sumber pada Pleno II Konferensi Pelayanan Gereja [KPK] ke-7 di GBI Bethel Bandung [GBI Mekarwangi-Stairway From Heaven], Jawa-Barat [Kamis, 6/9].Gereja ini dibawah penggembalaan Pdt. Dr, Rubin Adi Abraham.

Bagaimana pun, keluarga merupakan prioritas dalam pelayanan menurutnya memiliki dua alasan : 1. Keluarga adalah ide dan karya Tuhan [Kejadian 2:18-23].

Sementara itu, sesuai dengan Alkitab, keluarga adalah lembaga yang pertama dibentuk oleh Tuhan.Zaman Romawi sering terjadi perceraian, sebagai salah satu faktor yang mempercepat keruntuhan Kekaisaran Romawi.

2. Keluarga adalah tempat pertama dan ideal bagi anak untuk menerima pendidikan dari orang-tuanya. Hal itu berwujud nilai iman dan nilai moral.

Pdt. Hengky So mengutip nats perihal perintah Tuhan agar orang tua mendidik anak soal FT [Ulangan 6:6-9] dengan cara :1.Wariskan nilai-nilai moral, budi pekerti, sopan santun. 2. Orang tua harus harus kaya FT. 3. Ortu harus memberikan teladan.

Mencermati kondisi di Indonesia kini,  menurutnya dalam kondisi darurat perceraian. Indonesia tertinggi di Asia Pasifik. Penyababnya adalah masalah ekonomi  [PA MA 2011].

Peranan penting lainnya soal keluarga adalah mandat misi dari  Tuhan [Kej 1:28]. Kunci pertumbuhan gereja pada zaman mula-mula adalah memenangkan keluarga. [KIS 16:31].

Ia pun mengingatkan soal bahaya dalam keluarga jika orang tua gagal fungsi [mendidik anak]. Keluarga ada yang dimenangkan Paulus adalah kepala penjara dan kepala rumah ibadah yakni Krispus [ KIS 16:33 dan KIS 18:8].

Berita yang menggembiarakan ialah mengutip hasil survei George Barna, keluarga adalah misi yang sudah menguning untuk dimenangkan [50%].

"2010-2015 perceraian meningkat 15-20 persen. 70% penggugat cerai adalah pihak istri. 30% pihak suami," ujarnya dengan nada prihatin.  

Mengutip publikasi Father Facts 5th edition, Natitonal Fatherhood Inintiative, 2017 : Jika seorang anak tumbuh tanpa ayah, terdapat data bahwa anak-anak 3 kali lipat masuk penjara, terjerumus obat terlarang, tidak lulus SMA, punya anak di luar nikah, gangguan mental dan tewas mengenaskan.

Gereja menurutnya, musti mengubah paradigma lama ke baru. Paradigma lama semua berpusatkan total kepada gereja, pelayanan, alokasi waktu dan lain-lain. Akibatnya banyak keluarga yang terbengkalai karena terlalu menitikberatkan kepada pelayanan semata. Namun, kini saatnya pusat [pelayanan] di dunia ini adalah gereja, sementara itu keluarga memberikan dukungan.[Foto : Nara sumber berpose dengan keluarga]


---------------------