Berita Bethel
Penulis: Pram (06/09/2018)
BPD Pekan Baru-Riau Terima Mobil Gran Max Ke 27

Ibadah ucapan syukur bertema “Giving My Best” (GMB) yang diadakan oleh GBI Rahmat Emmanuel Ministries (GBI REM) diselenggarakan secara rutin (digillir masing-masing cabang) setiap bulan sekali. Pada hari Minggu, (02/9/2018) giliran GBI REM Cabang Raden Saleh, Gedung Yayasan Kasih Bersaudara lantai 4 Jl. Raden Saleh No 14 D, Cikini,  Jakarta Pusat yang menjadi tuan rumah.

Dalam ibadah ini giliran BPD GBI Pekan Baru-Riau yang menerima bantuan kendaraan operasional Mobil Gran Max ke 27 dari total 72 mobil—dan secara simbolis diserahkan oleh Yang Mewakili Gembala Sidang (YMGS/Gembala Cabang) GBI REM Raden Saleh, Ps. Yonathan kepada Wakil Ketua BPD GBI Pekan Baru-Riau, Pdt. Ekel Sihotang.

Gembala Sidang GBI REM, Pdt. Abraham Conrad Supit [Foto utama, no.3 dari kiri] dalam kotbahnya, mengutip nats Alkitab yang terambil dalam kitab Lukas 1:37, ‘Sebab Bagi Allah Tak Ada Yang Mustahil’. “Tuhan melakukan yang tidak mungkin menjadi mungkin melalui kita umatNya.

Jadi kemustahilan itu bisa terjadi karena ketaatan demi ketaatan pada firman Tuhan. Kemustahilan juga tidak terlepas dari besarnya iman kepercayaan kita kepada Tuhan,” tutur Pdt. Conrad Supit sembari mengutip kitab Markus 9:23.

Lanjut Pdt. Conrad, “Ketika iman dan ketaatan kita berjalan seirama, maka firman Tuhan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah itu akan tergenapi dalam kehidupan kita sehari-hari. Oleh sebab itu, kita harus mengandalkan Tuhan dalam segala hal.

Sebab barangsiapa mengandalkan Tuhan pasti diberkati, sesuai dengan kitab Matius 1:23 dan Matius 25:39. Nah, ketika sudah diberkati, kita juga harus berani memberikan  persembahan yang terbaik untuk kemuliaan nama Tuhan, baik itu memberi persembahan sulung, ucapan syukur, maupun persembahan persepuluhan,” tukas Pdt. Conrad.

Di penghujung kotbahnya, Pdt. Conrad, mengingatkan kembali bahwa saat ini gereja dan orang percaya harus memiliki tugas mulia untuk melaksanakan Amanat Agung, sesuai dengan Matius 28:18-19. “Kita harus menyampaikan kabar Injil ini kepada siapapun, baik keluarga, teman maupun orang-orang yang belum mengenal Tuhan Yesus sebagai Juruselamat,” tegas Pdt. Abraham Conrad Supit.

Pada kesempatan tersebut, GBI REM juga tetap konsisten untuk memberikan bantuan, baik secara internal maupun eksternal. Majelis Pertimbangan BPH GBI menerima dana bantuan sebesar Rp, 10 juta setiap bulan  dari total bantuan Rp. 200 juta; namun perwakilan MP berhalangan hadir.

Bantuan lain yang diberikan GBI REM yaitu untuk operasional pelayanan Gerakan Mencegah Daripada Mengobati (GMDM) sebesar Rp. 10 Juta (ke 7) dari total bantuan Rp. 100 Juta; operasional Yayasan pelayanan Agape sebesar Rp. 10 Juta (ke 8) dari total bantuan Rp. 100 Juta.

Operasional pelayanan BPD DKI Jakarta sebesar Rp. 10 Juta (ke 8) dari total bantuan Rp.200 Juta; Operasional pelayanan Oma Betty sebesar Rp 3 juta (ke 29) dari total bantuan Rp.100 juta; Operasional pelayanan panti asuhan Pondok Taruna sebesar Rp.10 juta  (ke 7) dari total bantuan Rp.100 juta, Bantuan kaki palsu kepada Bapak Hasan Saputra; dan masih banyak lagi bantuan pelayanan kepada internal GBI REM.

Persembahan pujian musik angklung/Kolintang dari anak-anak Panti Asuhan Pondok Taruna juga menambah suasana ibadah makin semarak dan istimewa. Sebelum doa berkat, Pdt. Abraham Conrad Supit  memimpin prosesi ibadah perjamuan kudus.  [Foto bawah kanan  : Ps. Yonathan (YMGS GBI REM Cabang Raden Saleh) menyerahkan simbolis kunci Gran Max kepada Wakil Ketua BPD GBI Pekan Baru-Riau, Pdt. Ekel Sihotang]. Margianto/foto: yes