Berita Bethel
Penulis: Pram (19/09/2018)
Tempat Kediaman

“Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kedia- man di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia” (2 Korintus 5:1). Paulus  menggunakan kalimat  bersyarat. 

Terdapat dua jenis tempat kediaman, yang ada di bumi dan yang disediakan Tuhan di sorga. Ia berkata bahwa jika kemah tempat tinggalnya di bumi dibongkar, maka ia akan mendapat kemah tempat tinggal yang lain yaitu yang lebih baik karena berada di sorga.

Dalam perikop ini, Paulus terlihat sebagai seorang yang mementingkan tempat tinggal. Jika sebelumnya, Paulus berbicara tentang manusia ibarat sebuah bejana tanah liat sehingga mudah kecewa dan putus asa, dalam perikop  ini ia berbicara tentang manusia yang memiliki tubuh jasmani ibarat sebuah kemah tempat tinggal.

Istilah “kemah di bumi” menunjuk kepada tubuh orang percaya di bumi atau kehidupan orang percaya di bumi. Dan saat  kemah tersebut dibongkar, berar ti tubuh jasmani akan hilang dan digantikan dengan tubuh rohani yaitu kemah sorgawi yang bersifat kekal. APA YANG PAULUS INGIN JELASKAN TENTANG TEMPAT KEDIAMAN ?.

1. Tempat  kediaman di bumi. Tempat kediaman di bumi adalah tubuh manusia disaat masih hidup. Di masa ini manusia punya banyak masalah, sering mengeluh dan penuh kesesakan. Paulus mengibaratkan bahwa di bumi ini kita hidup penuh dengan tantangan sehingga sering jatuh dalam perbuatan dosa.

Tempat kediaman di bumi atau kemah di bumi, berbicara tentang kehidupan orang percaya sebagai manusia lama. Manusia lama dalam Efesus 4:22, adalah mereka yang hidupnya masih disesatkan oleh nafsu pribadinya. Hanya menjalankan kehidupan seper ti yang diinginkan saja walaupun sudah menjadi orang percaya.

Sehubungan dengan hal tersebut, Paulus meminta agar terjadi perubahan dalam hidup orang percaya dengan meninggalkan kebiasaan lama dan menjadi manusia baru.

2. Tempat  kediaman di Sorga. Tempat  inilah yang dirindukan semua orang percaya karena tempat ini tidak ada kesesakan dan tidak ada tekanan hidup. Dalam kehidupan ini, orang percaya dapat hidup dekat dengan Tuhan. Tempat kediaman di sorga berbicara tentang hidup baru.

Menurut Paulus, setiap orang percaya harus meninggalkan cara hidup yang lama yang tidak berkenan kepada Tuhan. Dalam Kolose 3:9, Paulus memberi nasehat agar setiap orang percaya jangan saling mendustai satu dengan yang lain, sehingga harus menanggalkan manusia lama ser ta kelakuannya, yang tidak berkenan kepada Tuhan.

3. Perbedaan antara tempat kediaman di bumi dan di Sorga. Banyak orang Kristen ingin mendiami tempat kediaman di sorga namun tidak mau menanggalkan kemah yang di bumi. Dan pada akhirnya setiap orang percaya akan dihakimi di pengadilan Kristus, agar mendapatkan segala yang patut diterimanya.

Paulus mengingatkan kepada orang Kristen di Korintus agar mau berubah kelakuannya, agar bisa berkenan kepada Tuhan. Manusia lama akan membuat kita merasa sengsara dan banyak masalah menghimpit. Sedangkan manusia baru adalah manusia dalam Kristus yang sudah diperbaharui hidupnya.

Paulus ingin menyampaikan  kepada semua orang percaya di Korintus bahwa hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan karena mendapatkan kemah tempat tinggal yang kekal tanpa ada kesulitan dan kesesakan hidup. Persiapkan tempat kediaman abadimu, yang akan menjadi tempat perhentian dalam kekekalan. [Sumber : R.A.B - Pdm. Dr. Shirley Lasut/Foto : Istimewa]