Berita Bethel
Penulis: Pram (20/09/2018)
Surat BPH GBI Perihal Penundaan Sinode GBI XVI

BADAN PEKERJA HARIAN GEREJA BETHEL INDONESIA. Badan Hukum Gereja: SK Dirjen Bimas (Kristen) Protestan Departemen Agama RI No. 41 Th. 1972 telah dirubah menjadi Dirjen Bimas (Kristen) Protestan Departemen Agama RI No. 211 Tahun 1989 Tgl. 25 Nopember 1989. Alamat Kantor: Jl. Jend. A. Yani Kav. 65 Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat 10510. Telp. 021- 42803664, Fax. 021- 42803786. E-mail: bpsgbi@cbn.net.id. 

Jakarta, 20 September 2018. Nomor : 007/S-XV/SU/BPH GB1/1X/18. Hal : Surat Edaran Lampiran. Kepada Yth.Seluruh Gembala dan Pejabat Gereja Bethel Indonesia. Di. seluruh Indonesia

Salam kasih dalam Yesus Kristus,Doa kami seluruh Gembala dan Pejabat Gereja Bethel Indonesia dalam keadaan sukacita dan semangat dalam melaksanakan Penuaian Raya sehingga banyak jiwa yang dimenangkan bagi Tuhan.

Berkenaan dengan surat BPH No. 005/S-XV/SU/BPH GB1/JX/18 tertanggal 18 September 2018, tentang Penundaan Pelaksanaan Sinode GBI XVI, maka kami menjelaskan sebagai berikut :1.Pada tanggal 11 September 2018 MP GBI mengirimkan surat berisi saran agar Sinode XVI ditunda dengan alasan:

1.Jumlah Pendeta GBI yang mempunyai hak suara/pilih ada 3.050 orang dan yang mendaftarkan diri akan hadir hanya 600 orang pendeta. 

Dikuatirkan pada waktu persidangan tidak mencapai quorum sehingga persidangan ditunda. Hal ini akan merugikan peserta yang hadir, karena biaya transportasi cukup tinggi.

2.Dana Sinode yang terkumpul hanya Rp 2 Miliar, padahal dibutuhkan dana sebesar Rp 14 Miliar.

3.Menjelang Pilpres 2019 suhu politik di Indonesia semakin memanas, sehingga dikuatirkan dapat mengganggu persidangan Sinode.

4.Pada tanggal 12 September 2018, kami membahas surat MP GBI dengan menyatakan bahwa, kami berterima kasih atas perhatian dan saran MP GBI yang mengusulkan penundaan Sinode. Untuk itu, kami akan mengumpulkan Ketua-ketua BPD membicarakan rencana penundaan tersebut.

5.Pada tanggal 18 September 2018, diadakan pertemuan antara BPH GBI, MP GBI dan Ketua-ketua BPD GBI untuk membicarakan usulan MP GBI tentang penundaan pelaksanaan Sinode tersebut. 

Dalam pertemuan tersebut, mayoritas BPH GBI, MP GBI, dan Ketua-ketua BPD GBI menyetujui penundaan tersebut. 

Hasil kesepakatan itu, akan disampaikan kepada Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) V-b GBI yang akan dilaksanakan pada tanggal 17-19 Oktober 2018.

4.Kami sedang berusaha untuk mempercepat pelaksanaan Sidang MPL V-b GBI tersebut, namun beberapa Anggota MPL GBI mengusulkan agar tanggal tersebut jangan diubah,mengingat mereka sudah membeli tiket promo jauh-jauh harus dan tidak bisa diubah dan diuangkan kembali. 

Demikian pun gedung untuk pelaksanaan Sidang MPL V-b sudah dibayar sehingga akan sulit untuk menarik kembali uang yang sudah dibayarkan.

5. Untuk para pejabat yang telah membayar biaya pendaftaran Sinode, uang pendaftaran tersebut tidak akan hilang, karena akan diperhitungkan sebagai uang pendaftaran pada Sinode yang akan diadakan pada tanggal 27-30 Agustus 2019. 

Jika Bapak/lbu ingin menarik kembali uang pendaftaran tersebut, Bapak/lbu dapat menghubungi kami.

6.Untuk para pejabat yang sudah membeli tiket, dapat menguangkan kembali ke Iravel agent tempat Bapak/lbu membeli tiket,jika ada biaya pemotongan pengembalian tiket akan diganti oleh Panitia Sinode, dengan ketentuan sebagai berikut:  

Batas pembelian tiket yang diganti adalah pembelian tanggal 18 September 2018.  Menyertakan bukti pembayaran pengembalian tiket dikirim ke No. WA Panitia : 0812 88 122 122 / Email: panitia@sinodegbi2018.org. Batas waktu pengurusan tiket ke panitia adalah pada tanggal 25 Oktober 2018.

7.Kami berharap kita semua tenang dan berdoa bahkan berdoa puasa raya dalam rangka memperingati Hari Lahir GBI pada tanggal 06 Oktober 2018. Kita berharap, lewat doa dan puasa ini, Tuhan terus pakai dan berkati gereja kita, Tuhan Yesus memberkati.

Salam dan Doa, BADAN PEKERJA HARIAN GEREJA BETHEL INDONESIA, Pdt. Dr. Japarlin Marbun,Ketua Umum. Pdt. Paulus R. Widjaja, Sekretaris Umum. Tembusan : 1.MP GBI. 2. Arsip  dr. 

Catatan Redaksi : Surat disalin sesuai dengan aslinya yang bersumber dari format PDF.