Berita Bethel
Penulis: Pram (03/10/2018)
Hidup Berhikmat Menghindarkan Kemalangan

“Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamudan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus” (2 Timotius 3:5).

Hikmat dalam bahasa Inggris disebut “Wisdom” yang berarti bijaksana, cerdas, memiliki akal budi dan memiliki akal sehat. Lawan kata hikmat adalah bodoh. Hidup berhikmat sangat dibutuhkan bagi setiap orang percaya untuk menghindarkan diri dari kemalangan akibat dosa  ataupun kemalangan akibat kebodohan.

Sumber dari segala hikmat ada di dalam Kitab Suci. Alkitab  mencatat bahwa hikmat lebih berharga dari permata (Ams. 8:11) dan orang yang berhikmat memiliki  pengharapan dan masa depan yang cerah (Amsal 24:14).

Oleh sebab itu, untuk menghindarkan  diri dari kemalangan, maka kita harus berhikmat yang didapat melalui pengenalan akan Kitab Suci untuk menuntun kita kepada keselamatan dan kebenaran seperti yang dinyatakan dalam  kitab Mazmur 119:105,  “Firman-Mu  itu  pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku”.

Mazmur 1:1-3  menyatakan: “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat  TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti  pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.”

Ketika  kita intim dengan Tuhan, tentu banyak hal-hal yang tidak kita mengerti, yang terbatas, mulai dibukakan oleh Tuhan.  Itulah hikmat yang dikaruniakan Tuhan   kepada  kita  untuk  mengatasi  segala  permasalahan hidup, menjawab segala kebutuhan kita, meresponi tantangan kehidupan dan bertindak lebih benar daripada sekitar kita.

Seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, artinya adalah segala nutrisi, kebutuhan dan sumber daya pasti terpenuhi. Hidup anak Tuhan adalah hidup berkemenangan dan berkecukupan karena hikmat memampukan kita menikmati sumber daya sorgawi.

Apabila kita ingin berjalan dalam terang Tuhan dan jika kita ingin berhasil dalam segala perkara, maka kita harus memiliki hikmat dengan cara merenungkan dan menyimpan Firman Tuhan dalam hati serta melakukannya setiap hari. Tuhan berkata kepada Yosua dalam kitab Yosua 1:8, “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau ber tindak hati-hati sesuai dengan segala yang ter tulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”

Karena sedemikian pentingnya Firman yang menjadi sumber dari segala hikmat, maka mari kita lebih tekun membaca dan belajar Firman Tuhan serta melakukannya setiap hari. Ada ungkapan yang menyatakan: “no Bible, no breakfast” yang berarti  menjadikan Alkitab  sebagai kebutuhan pokok setiap hari yang tidak bisa dihindari. 

Bila hal tersebut kita lakukan niscaya kita akan menjadi jemaat yang berhikmat, terhindar dari kemalangan untuk hidup dalam keselamatan, diberkati dalam pekerjaan, usaha/dagangan, keluarga, studi, karier, pelayanan serta semakin bertumbuh dalam iman kepada Kristus.Hubungan yang intim dengan Allah memberikan kita hikmat untuk mengatasi segala kemalangan hidup. [Sumber : R.A.B - Ir. Nurtjahja, M.A/Foto : Istimewa].