Berita Bethel
Penulis: Pram (07/10/2018)
Hadapi Kendala, Team Bantuan Maju Terus

Walaupun mengalami beberapa kendala menuju lokasi bencana untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan, team bantuan pimpinan Pdt. Anton Yosep terus bergerak maju.

Situasi perjalanan darat menurut Pdt. Anton Yosep, Gembala GBI Marturia Ministry Makassar dan anggota Tagana Rajawali GBI tidak memungkinkan melewati wilayah Donggala, sehingga team akhirnya menempuh perjalanan melalui udara [Rabu, 3/10].

Tentu barang-barang antara lain matras dan terpal untuk tenda dan lain-lain yang akan disalurkan diangkut juga via udara, walau sempat membayar tarip kargo dan penantian waktu kedatangan barang yang "lumayan" baik dari sisi harga dan durasi waktu.  

Malam harinya, team bertemu dengan Walikota Palu dan sempat berbincang-bincang perihal wilayah mana yang perlu bantuan segera di lokasi reruntuhan Hotel Roa Roa [foto kiri atas].

Team sempat bertemu dan rapat singkat dengan Pdt. Didimus [Pelmas BPH GBI], dr. Deddy Goandys [PDGBI] dan rekan-rekannya yang akan melakukan bantuan kemanusiaan juga di salah satu gedung di kawasan Jl. Pattimura, Palu [Kamis, 4/10]. "Sempat terdengar bunyi keras sekitar 1 detik dan bumi terasa bergetar," tulis Pdt. Yosep.

Lebih lanjut, team Pdt. Yosep sempat singgah di Radio Proskuneo dan siaran bisa mengudara normal kembali.Tujuan team berikutnya adalah Pantai Talise. Mereka menyaksikan saksi-saksi "bisu" berupa bangunan yang hancur, mobil tergantung di atas pohon, reruntuhan bangunan, jalan raya yang mengalami keretakan. Di wilayah ini, mereka juga menyerahkan bantuan bagi warga setempat di senja hari.

Di wilayah Sigi, team menjumpai tanah yang bergerak, rumah-rumah yang hancur dan menyerahkan bantuan kepada warga setempat berupa tenda, matras [foto kanan atas, kanan bawah dan kiri bawah [Jumat, 5/10].

Rata-rata warga menerima bantuan dengan suka-cita ketika menyambut kedatangan team. Nats I Korintus 15:57-58 menjadi salah satu nats yang memberikan penghiburan buat team Pdt. Yosep di lokasi bencana.