Berita Bethel
Penulis: Pram (21/04/2015)

Kuasa Kebangkitan Kristus : Kita Menjadi Pemenang


"Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati." (Filipi 3:10-11).  Sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, hubungan dengan Allah terputus, keadaan rohani manusia yang sebenarnya telah mati dan perlu penebusan atas dosa manusia agar hubungan dengan Allah dapat dipulihkan.



"Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah," (Roma 3:23). Syukur kepada Allah bahwa Dia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, yaitu Yesus Kristus, agar kita semua yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16). Selain menerima keselamatan dari Kristus, kita juga menerima kuasa kebangkitan-Nya. Kuasa kebangkitan-Nyalah yang akan menyembuhkan kita dari sakit penyakit, memberi kekuatan kepada yang lemah, memberi jalan keluar atas setiap masalah, mengadakan mukjizat dengan menjadikan yang tidak ada menjadi ada dan mengalahkan setiap pekerjaan si Iblis.



Bagaimana agar kita dapat hidup dalam kuasa kebangkitan Kristus? : 1. "namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku." (Galatia 2:20a). Rasul Paulus telah menyalibkan segala keinginan daging dan segala hawa nafsunya di dalam dirinya. Walaupun dibesarkan dan hidup sebagai orang terpelajar dan mengetahui serta menguasai banyak hal, tetapi dia menanggalkan segala keberadaannya dan membiarkan Kristus menguasai hidupnya.



Segala hal yang sebelumnya dia anggap berharga, justru dia anggap sampah oleh karena pengenalannya akan Kristus. Pengenalan akan Kristus menjadi prioritas utama dalam hidupnya sehingga Tuhan memimpin dan menuntun hidupnya, serta memakai kehidupan Paulus dengan luar biasa. Biarkan Kristus yang hidup dan menjadi raja dalam hidup kita. Singkirkan segala keangkuhan dan kesombongan hidup kita agar Kristus dapat menjadi nyata dalam hidup kita. Tuhan akan membawa kita masuk ke dalam rencana-Nya yang indah dan memakai kehidupan kita menjadi saksi dan teladan bagi banyak orang.



2. "Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus," (Filipi 2:5). Inilah kunci bagaimana Yesus dapat menanggalkan segala ke-Allah-an-Nya untuk menjadi manusia, merendahkan diri-Nya, rela dihina, direndahkan, disiksa, dan bahkan sampai mati di kayu salib yang diperuntukkan bagi orang-orang jahat. Keinginan-Nya sebagai manusia dinyatakan-Nya pada saat Dia berdoa di taman Getsemani.



Dia berdoa kepada Allah Bapa agar melalukan cawan yang harus diminum-Nya. Akan tetapi, Dia juga berdoa supaya bukan kehendak-Nya sendiri yang jadi, melainkan kehendak Bapa di surga. Hiduplah dalam firman Tuhan, dan biarkan Kristus menguasai dan menuntun hidup kita. Belajarlah peka akan kehendak Bapa dalam hidup kita. Latihlah kepekaan dengan lebih banyak lagi membaca dan merenungkan firman Tuhan. Dengan begitu, kita akan lebih mengerti lagi pikiran dan perasaan dari Kristus.



Cobaan yang begitu berat, perselisihan, pertengkaran, segala kekecewaan, dan berbagai masalah apa pun dapat diatasi ketika kita memakai pikiran dan perasaan Kristus. Kita dapat menjalani kehidupan ini dengan penuh semangat. Hidup kita akan menjadi berkat bagi banyak orang. Kita juga tidak lagi mementingkan diri sendiri, melainkan juga memikirkan kepentingan orang lain, sama seperti Kristus yang rela berkorban bagi manusia.



3. "Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya." (1 Korintus 15:27a). Kebangkitan Kristus sekaligus mendeklarasikan bahwa kematian dan maut tidak dapat menguasai diri-Nya. Kebangkitan-Nya dari kubur menyatakan bahwa Kristus dapat menaklukkan kuasa maut. "... Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut." (Wahyu 1:17b-18). Iblis adalah bapa penipu, dan dia akan selalu menipu kita dengan segala tipu muslihatnya. Iblis tidak suka jika kita menerima keselamatan dari surga, dan dia akan berusaha dengan segala cara untuk dapat menarik kita untuk jatuh kembali kepada dosa.



Segala tuduhan yang muncul dari dalam pikiran kita merupakan salah satu cara Iblis agar kita tidak menggunakan kuasa yang telah diberikan kepada kita (Kisah Para Rasul 1:8). Iblis akan selalu membuat kita merasa tidak layak dan kalah dalam setiap pergumulan kita. Jangan mau diperdaya oleh Iblis karena Yesus Kristus telah menang untuk memberi kita kemenangan. Cukup satu kali saja karya salib Kristus, dan kita menjadi menang untuk selamanya. Singkirkan segala keraguan dan tudingan yang muncul dalam pikiran kita, yakinlah dan gunakan kuasa yang telah diberikan kepada kita untuk mengalahkan musuh sehingga kita dapat berkata, "Hai Iblis, kau tidak berhak lagi menganggu hidupku!"



"... Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?" (1 Korintus 15:54b-55).  Kebangkitan Kristus memberikan kita keselamatan sekaligus kuasa untuk menjalani hidup ini sebagai pemenang. Mari raih kemenangan itu dengan hidup berjalan bersama Kristus. Haleluya! [e-Leadership / www.pelitahidup.com / Foto : Istimewa]