Berita Bethel
Penulis: Pram (17/10/2018)
Kedepankan Etika & Lembah Lembut Ketika Berbicara

"Bicaralah hati-hati dan positif sebab Ia adalah Allah yang maha hadir dan maha kasih. Mari menyuarakan kesehatian, penuh etika, kesopanan, kelemah-lembutan," kata Pdt. Pudjo Setoto Abednego, MP BPH GBI pada sesi ibadah pagi hari kedua [Kamis, 18/10] persidangan MPL V [B] di Jakarta-Pusat.   

Mazmur 84 :1-13 menjadi nats utama yang dibahas beliau. Mazmur ini dituliskan oleh Bani Korah. Bani [keturunan laki-laki] dan  Korah [keturunan laki-laki Korah, orang Lewi].

Bilangan 16:1-2 menuliskan pemberontakan Korah ketika ia mempimpin perlawanan [berontak] kepada Musa. Kala itu Musa memimpin bangsa Israel menuju ke tanah perjanjian. Lokasi ini pasti subur, nyaman. Namun di tengah perjalanan banyak kesukaran dan sungut-sungut bangsa Israel.

Bilangan 16:1 Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak orang-orang 16:2 untuk memberontak melawan Musa, beserta dua ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan.

Korah mempengaruhi rakyat Israel dengan menunjukkan fakta di padang gurun banyak kesulitan hidup. Musa tidak bisa berkata apa-apa. Musa hanya berdoa kepada Tuhan.

Bilangan 16:30-34 menuliskan Korah, keluarganya dan rakyat yang memberontak terkena hukuman dari Tuhan.Bilangan 16:30 Tetapi, jika TUHAN akan menjadikan sesuatu yang belum pernah terjadi, dan tanah mengangakan mulutnya dan menelan mereka beserta segala kepunyaan mereka, sehingga mereka hidup-hidup turun ke dunia orang mati, maka kamu akan tahu, bahwa orang-orang ini telah menista TUHAN."

16:31 Baru saja ia selesai mengucapkan segala perkataan itu, maka terbelahlah tanah yang di bawah mereka,16:32 dan bumi membuka mulutnya dan menelan mereka dengan seisi rumahnya dan dengan semua orang yang ada pada Korah dan dengan segala harta milik mereka.16:33 Demikianlah mereka dengan semua orang yang ada pada mereka turun hidup-hidup ke dunia orang mati; dan bumi menutupi mereka, sehingga mereka binasa dari tengah-tengah jemaah itu.

16:34 Dan semua orang Israel yang di sekeliling mereka berlarian mendengar teriak mereka, sebab kata mereka: "Jangan-jangan bumi menelan kita juga!"16:35 Lagi keluarlah api, berasal dari pada TUHAN, lalu memakan habis kedua ratus lima puluh orang yang mempersembahkan ukupan itu.

Lebih lanjut, Bilangan 26:10 tetapi bumi membuka mulutnya dan menelan mereka bersama-sama dengan Korah, ketika kumpulan itu mati, ketika kedua ratus lima puluh orang itu dimakan api, sehingga mereka menjadi peringatan.

26:11 Tetapi anak-anak Korah tidaklah mati."Kita bukan orang benar, berdosa. Tetapi Kristus menderita sengsara, kita diselamatkan agar tidak binasa dan beroleh hidup kekal, tegasnya."Hanya dengan anugerah Tuhan, anak-anak Korah diselamatkan oleh Tuhan dari hukuman. Anak-anak Korah tidak balas dendam kepada Tuhan.

Paulus menuliskan bahwa dirinya adalah pribadi yang paling jahat karena aniaya penjahat, ketika bernama Saulus. Paulus alami pengalaman spektakuler, bertemu dengan Yesus Kristus. Dia rendahkan diri," ujarnya.

Pdt Pudjo membacakan Mazmur 84 : 6-7, inti nats itu ialah lembah Baka menjadi tempat bermata air. Tuhan ahli membuat perubahan, seperti menghidupkan orang mati, kesembuhan orang buta dan lain-lain.Berjalan, melayani dengan tujuan ke hidup kekal, tentunya sembari memikul salib.

"Yakinkah kita sampai "ke sana" ?, biarlah perkataan, perbuatan kita [baik] sehingga saat jemaat sampai ke sana [hidup kekal], kita pun juga sampai ke sana," tutup Pdt. Pudjo Setoto Abednego.  Sesi dilanjutkan ke Pleno II dengan pimpinan Majelis Ketua persidangan, Pdt. Rubin Adi Abraham dan anggota.