Berita Bethel
Penulis: Pram (04/12/2018)

Benarkah Radiasi Ponsel Berbahaya Bagi Manusia ?

Tak bisa dipungkiri, saat ini, ponsel sudah menjadi bagian dari hidup kita sehari-hari. Pagi, siang, sore hingga malam, setiap jam hingga setiap menitnya, hidup kita seolah tidak pernah lepas dari ponsel.

Satu hal yang paling sering didengungkan, ketika kita mulai berlebihan menggunakan ponsel ialah, "Hati-hati, radiasi ponsel berbahaya!", benarkah demikian ?.

Radiasi merupakan energi yang bergerak melalui ruang angkasa dipancarkan dalam bentuk partikel atau gelombang. Sinar matahari merupakan salah satu bentuk radiasi yang paling dikenal. Radiasi ini dapat memberikan cahaya, panas dan warna kecokelatan pada kulit.

Radiasi terdiri dari beberapa jenis, dan setiap jenisnya memiliki panjang gelombang masing-masing. Jika ditinjau dari massanya, radiasi dapat dibagi menjadi radiasi elektromagnetik dan radiasi partikel.

Namun, jika ditinjau dari muatan listriknya, radiasi dapat dibagi menjadi radiasi pengion dan radiasi non-pengion. Radiasi pengion merupakan bentuk radiasi yang bila menabrak pada suatu hal, akan muncul partikel bermuatan listrik yang disebut ion, dan peristiwa terjadinya ion ini disebut ionisasi. Yang termasuk kedala radiasi pengion ialah sinar-X, sinar gamma, sinar kosmik, serta partikel beta, alfa dan neutron.

Sementara radiasi non-pengion merupakan radiasi yang tidak dapat menimbulkan ionisasi. Beberapa yang termasuk ke dalam radiasi non-pengion ialah gelombang radio, gelombang mikro, inframerah, cahaya tampak dan ultraviolet.

Radiasi dalam ponsel. Radiasi yang dipancarkan dari ponsel Anda masuk ke dalam kategori radiasi non-pengion. Radiasi ini sebenarnya tidak berbahaya, jika digunakan dalam dosis yang kecil, karena satu foton tidak memiliki cukup energi untuk mengionisasi atom dan/atau memecah molekul. Sayangnya, dalam dosis yang sangat besar, radiasi non-pengion bisa berbahaya.

Ponsel bekerja dengan mengirimkan dan menerima sinyal dari menara seluler terdekat (BTS) menggunakan gelombang RF. Ini merupakan bentuk energi elektromagnetik yang jatuh di antara gelombang radio FM dan gelombang mikro.

Gelombang ini tidak memiliki energi yang cukup untuk menyebabkan kanker dengan langusng merusak DNA di dalam sel, berbeda dengan radiasi pengion seperti sinar-x, sinar gamma dan sinar ultraviolet, yang dapat memecah ikatan kimia dalam DNA.

Frekuensi ponsel bervariasi antara 450-2000 MHz, namun yang paling umum digunakan ialah 800 atau 900 MHz. Radiasi yang dipancarkan oleh ponsel juga bervariasi, tertinggi yang bisa dipancarkan ialah ketika seseorang hendak menelepon dan ini berlangsung selama beberapa detik. Radiasi bisa naik hingga 2 Watt di awal panggilan, namun bisa turun hingga 0,02 Watt setelah beberapa detik berlangsung.

Pada tingkat yang sangat tinggi, gelombang RF dapat memanaskan jaringan tubuh. Gelombang RF yang tinggi umumnya digunakan oleh oven microwave yang sering kita gunakan untuk menghangatkan hingga memasak makanan. Anda boleh lega, karena tingkat energi yang dilepaskan oleh ponsel jauh lebih rendah, dan tidak cukup untuk menaikkan suhu di dalam tubuh.

Bagaimana radiasi ponsel berpengaruh terhadap manusia ?. Cahaya biru vs radiasi ponsel. Setiap harinya, kita dihadapkan dengan sinar matahari, yang mengandung baik sinar ultraviolet dan cahaya biru. Sinar ultraviolet dikenal bersifat karsinogen, yang dapat menyebabkan kerusakan pada kulit dan mata. Sementara, hanya sedikit potensi risiko yang dapat dihasilkan dari paparan cahaya biru dari layar ponsel.

Cahaya biru memiliki panjang gelombang yang pendek, yang dapat menghasilkan jumlah energi dan eksposur yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan dalam diri seseorang.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa cahaya biru dari layar ponsel dapat mengganggu siklus tidur, namun implikasi kesehatannya masih tidak jelas. Paparan cahaya biru di malam hari memang dapat menekan produksi hormon melatonin.

Di malam hari, kita memiliki tingkat melatonin yang tinggi yang membuat kita merasa mengantuk. Paparan cahaya biru di malam hari secara berkepanjangan dapat menekan melatonin di dalam tubuh.

Dalam jangka pendek, ini dapat menyebabkan kesulitan dalam berkonsentrasi, membuat keputusan, hingga berkomunikasi. Sementara pada jangka panjang, akan menyebabkan gangguan tidur yang berpotensi memicu masalah kardiovaskular, metabolisme atau obesitas.

Namun, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi potensi risiko kesehatan yang dapat timbulkan dari cahaya biru ponsel.Maka, seperti halnya radiasi ponsel, cahaya biru dari ponsel juga tidak mengakibatkan bahaya besar, selama paparannya juga tidak berkepanjangan.

Tips aman menggunakan ponsel. Lalu bagiamana agar Anda tetap aman dalam menggunakan ponsel, walaupun paparan radiasi dan cahaya biru tetap Anda terima ?. Anda dapat mengurangi paparan gelombang RF dari ponsel Anda dengan tiga cara ini:

Jarak. Salah satu cara paling efektif untuk mengurangi paparan radiasi ialah dengan memberikan jarak antara ponsel dan kepala atau tubuh Anda, misalnya dengan menggunakan earphone/headphone, menggunakan mode speaker saat menelepon, lebih memilih untuk chat atau sms daripada menelpon, hingga memberi jarak antara telepon dan telinga Anda misalnya dengan menggunakan ibu jari di antara keduanya.

Waktu. Semakin lama paparan gelombang RF, mungkin saja semakin dapat meningkatkan risiko. Maka dari itu, Anda bisa mengurangi frekuensi waktu Anda dalam menelepon, terutama ketika Anda sedang tidak menggunakan earphone.

Daya ponsel. Anda dapat membatasi jumlah daya yang digunakan oleh ponsel dengan, menggunakan ponsel pada area dengan sinyal yang baik, hindarilah menggunakan ponsel pada area dengan sinyal yang buruk, misalnya di lift atau di dalam kendaraan. Lagipula, tidak diperbolehkan bagi Anda untuk menggunakan ponsel ketika berkendara, karena ini akan memicu risiko kecelakaan menjadi lebih tinggi.

Sementara untuk mengurangi paparan cahaya biru, Anda bisa melakukan beberapa hal, seperti: 1. Meredupkan layar ponsel Anda, sehingga layar tidak memancarkan cahaya yang terlalu silau, terutama ketika Anda gunakan di tempat yang gelap.

2. Berikan juga jarak aman pada pandangan Anda dengan layar ponsel atau komputer, ini juga dapat menghindari mata yang lelah akibat terlalu lama menatap layar.3. Aktifkan mode shift malam untuk menyesuaikan tampilan layar yang lebih bersahabat di mata Anda.[Sumber : beritasatu.com/1health.id].