Berita Bethel
Penulis: Pram (12/01/2019)

Media = Mitra Pelayanan

Pertemuan antara Ketua Umum BPH GBI, Pdt. Dr. Japarlin Marbun dengan pengurus dan anggota Pewarna  [Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia] berlangsung dengan santai, hangat dan kekeluargaan di Graha Bethel, Jakarta [Sabtu, 13/1].

Para awak media ini dipimpin oleh Ketua Pewarna, Yusuf Mujiono. Dalam perbincangan ini,Ketum BPH GBI mengatakan bahwa organisasi [pelayanan] dan wartawan harus bersahabat dan membina hubungan baik. "Tujuannya agar wartawan [media] mengetahui kegiatan suatu organisasi untuk diberitakan kepada jemaat," ujarnya.

Pdt. Dr. Japarlin Marbun menyampaikan juga Perayaan Natal dan Ucapan Syukur Tahun Baru Karyawan BPH GBI dengan tema "Kabar Baik Untuk Semua" dari nats Lukas 2:10 telah berlangsung sederhana namun meriah di Graha Bethel, Jakarta [Selasa, 8/1].

Sesuai dengan tema di atas, Ia menegaskan agar orang Kristen harus mengabarkan kabar baik. Sebelum blast [share berita/info] lakukan filterisasi yaitu masing-masing 1. Benarkah info [berita] yang saya dengar itu ?. 2. Tepatkah berita ini saya wartakan ?. 3. Bergunakan apa yang akan saya wartakan ini ?.

Selain itu perlu dilakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait agar suatu berita bisa dijamin kebenarannya. Berkaitan hubungan antara BPH GBI dengan media, Ketum BPH menilai bahwa BPH GBI rutin bertemu dengan media sehingga terjalin kerja-sama dan saling mendukung.

Himbauannya kepada awak media yakni pencapaian kinerja dan pelayanan BPH GBI, BPD-BPD, BPLN dan gereja-gereja lokal GBI perlu juga diwartakan oleh media. "Kami banyak pelayanan non-mimbar misalnya GBI memiliki Tagana sekitar 7 ribuan personel siap terjun ke bencana alam, Satgas penanganan narkoba, penangnan KDRT, LBH Bethel, PAUD GBI, dan Puskesmas.

Semuanya untuk memberkati jemaat dan masyarakat.Termasuk pula pembinaan terhadap kader-kader sebagai calon legislatif. Kini mari tidak berpandangan bahwa politik itu kotor," ujarnya.

Ketum BPH GBI mengatakan sepanjang tahun 2019, tema umum GBI ialah "Tahun Penuaian Raya"."Diharapkan ada penuaian raya. Bukan hanya [terbatas] pada penuaian jiwa saja tetapi mencakup prestasi juga," ujarnya.Menurutnya, suatu pelayanan perlu kerja keras, salah satunya seperti tertulis pada nats Mazmur 126: 5 dan 6.

"Untuk mencapai hasil [pencapaian] yang besar, musti disertai dengan kerja keras, cerdas agar target perorangan atau organisasi bisa tercapai," tegasnya.Tahun 2019 perlu kerja keras dan fokus. Karena Ia berpandangan semua pihak sedang mengalami percepatan di semua bidang," tegasnya.

Salah satunya ialah Revolusi Industri ke-4. Termasuk gereja musti mengikuti perkembangan ini. "Ada digitalisasi di dalam layanan gereja misalnya Warta Jemaat cetak yang kini beralih menjadi format digital, sehingga pewartaan pelayanan atau berita lebih murah, mudah dan cepat," kata Pdt. Japarlin.

Ketum BPH menambahkan pula, saat ini "GBI Go Digital". Sehingga ia mengharapkan agar melalui teknologi dan internet, gereja bisa menjawab kebutuhan jemaat. Artinya, melalui pencapaian ini GBI bisa memberi pengaruh yang positif dan siknifikan untuk rekan rekan pelayanan yang lain.

Pada MPL PGI yang diskedulkan pada tanggal 28-31 Januari 2019 di kawasan Cisarua, Kabupaten Bogor, Ketum BPH GBI akan men-share-kan soal seputar digitalisasi. Sesi dilanjutkan dengan tanya-jawab dan ramah-tamah.