Berita Bethel
Penulis: Pram (18/01/2019)

Lepas dari Belenggu

Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua [Kisah Rasul 16:26].

Saat Paulus dan Silas tiba di Filipi,  sebuah kota di Makedonia dimana banyak perantau dari Roma tinggal disana, mereka pergi ke tempat sembahyang orang Yahudi. Disana mereka bertemu dengan seorang perempuan  ahli tenung yang dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu untuk mendapatkan keuntungan.

Paulus dan Silas mengetahui bahwa perempuan itu dikuasai oleh roh tenung. Ketika orang-orang  disekitar lokasi itu melihat bahwa Paulus telah melepaskan roh tenung tersebut dari perempuan itu, maka marahlah mereka yang selama ini memanfaatkan perempuan itu untuk mendapatkan keuntungan.

Paulus dan Silas ditangkap dan dipenjarakan serta kakinya dipasung sangat kuat. Namun tengah malam terjadi gempa bumi yang melepaskan semua rantai, pasung dan kunci dari pintu-pintu ruang penjara sehingga Paulus dan Silas dengan mudah keluar penjara karena kepala penjara tertidur pulas.

Saat  kepala penjara mengetahui bahwa semua  pintu terbuka, maka takutlah dia dan semua penjaga penjara, karena hukuman bagi mereka menanti dan akan sangat berat jika diketahui bahwa Paulus dan Silas terlepas dari ikatan pasung.

Kesempatan ini dipakai Paulus untuk membuat kepala penjara bertobat dan diselamatkan. Paulus dan Silas lepas dari belenggu ikatan pasung penjara. Tetapi banyak belenggu yang mengikat diri kita sehingga  kita tidak bisa dipakai Tuhan untuk menginjil.

BAGAIMANA CARA KITA LEPAS  DARI BELENGGU YANG MENGIKAT ?. 1.  Kita harus berdoa  dan  memuji Tuhan.  Dalam keadaan sangat menderita dalam penjara, Paulus dan Silas tetap memuji Tuhan dengan nyanyian dan penyembahan.

Suka-cita orang percaya ada dalam hatinya dan hal itu tidak ditentukan oleh keadaan atau situasi buruk apapun. Yakobus berkata: “anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab itu adalah suatu ujian terhadap iman agar kamu menjadi sempurna.” (Yak. 1:2-4).

“Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim, menyerahkan engkau, hai Israel ?.  Masakan Aku membiarkan engkau seperti Adma, membuat engkau seperti Zeboim? Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak” (Hosea 11:8).

2. Kita jangan memberi kesempatan kepada iblis. Paulus berkata kepada umat Tuhan  di Efesus agar tekun dalam iman dan menjadi manusia baru yang berubah gaya hidupnya. Jangan beri kesempatan  bagi iblis sehingga kembali menjadi manusia yang tidak mengenal Tuhan. (Ef.4:27)

3. Kita harus mengusir setan dalam nama Tuhan Yesus.  Perempuan tenung dikuasai dan terbelenggu oleh roh tenung. Namun Paulus usir roh setan itu dalam nama Tuhan Yesus, dan roh tenung itu keluar dari hidup perempuan tersebut.

Yakobus mengingatkan kita untuk hidup tunduk kepada Tuhan dan harus melawan kuasa iblis (mengusir) sehingga iblis keluar dan lari dari kehidupan kita. (Yak.4:7)

4. Kita harus hidup dipimpin Roh Kudus. Kepala penjara di Filipi takut dihukum karena kejadian yang terjadi setelah gempa bumi. Tetapi Paulus menawarkan keselamatan yang kekal yaitu percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Kepala penjara terima Tuhan Yesus sehingga seisi rumahnya mendapatkan keselamatan kekal.

Setelah diselamatkan maka Paulus memberi arahan untuk hidup dipimpin oleh Roh Kudus. (Gal. 5:25). Tuhan Yesus mengijinkan Paulus dan Silas dipenjara bahkan mengalami penderitaan yang sangat berat.

Ternyata Tuhan Yesus memiliki maksud  khusus yaitu agar melalui kejadian tersebut maka ada jiwa diselamatkan.Mari tetap memuji tuhan dan mengucap syukur, agar kita lepas dari ikatan belenggu si Iblis. [Sumber : R.A.B-Pdm. Dr. Shirley Lasut/Foto : Istimewa].