Berita Bethel
Penulis: Pram (01/02/2019)

Warga Indonesia di Suhu Dingin -45°C: Kaki Tak Berasa, Air Mendidih Jadi Uap

Sepanjang minggu ini, daerah Midwest di Amerika Serikat sedang dilanda suhu dingin esktrem dengan angin hingga -45°C.Suhu ekstrem ini disebabkan oleh tidak stabilnya tekanan udara dingin yang biasanya mengitari Kutub Utara, dikenal juga sebagai polar vortex. Akibatnya, udara dingin tersebut terbawa ke Amerika Serikat dan Kanada.

Yang terkena dampak paling buruk adalah kota-kota di sebelah utara Amerika Serikat, seperti Chicago, Minneapolis, dan Milwaukee.Bagaimana pengalaman diaspora Indonesia yang tinggal di kawasan terdingin di Amerika Serikat saat ini ?.

Beatrix Stein di Chicago, Illinois. “Ini selalu dingin (di Chicago) kalau musim dingin, tapi ini dinginnya lebih ekstrem,” kata Beatrix.Beatrix juga mendengar bahwa warga bisa terkena frostbite hanya dalam hitungan menit.

Frostbite atau radang dingin adalah kondisi di mana kulit dan jaringan di bawah kulit membeku dan mati rasa akibat terekspos suhu dingin. Jaringan tersebut bisa mati jika terus terekspos dan tidak langsung diatasi.

Karena cuaca dingin brutal ini, sekolahan ditutup dari hari Rabu (30/1) sampai Kamis.Sebelum sekolah ditutup, anak-anak harus menahan dingin menunggu bus sekolah.“Kemarin (sebelum sekolah ditutup) bus sekolah anak saya sempat telat 12 menit, jadi mereka harus sempat nunggu di luar.

“Saya tanya anak saya, 'itu rasanya kaya gimana?' Kata dia, kakinya sudah nggak berasa apa-apa," kata Beatrix.Menurut Beatrix, daerah tempat tinggalnya seperti kota mati. Banyak restoran, toko, dan supermarket yang ditutup. Penerbangan juga banyak yang dibatalkan.“Jadi kalau saya lihat ke luar itu, benar-benar tidak ada yang lewat,” katanya. “Nggak ada orang yang mau keluar, semua orang di dalam saja.” [Sumber : www.voaindonesia.com].