Berita Bethel
Penulis: Pram (01/02/2019)

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Kekuatiran Datang ?

“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga,tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan ucapan syukur” (Filipi 4:6).

KekuatIran adalah suatu hal yang tidak kita sukai dan tidak kita harapkan kehadirannya, namun tetap ia datang tanpa kita undang. Orang mengatakan bahwa kekuatiran itu normal dan merupakan bagian dari kehidupan. Kekuatiran juga seringkali hadir karena ketakutan atau ketidak tahuan kita akan ketiadaan jaminan atau kepastian hidup.

Sebagai orang percaya, kita pun tidak luput darinya. Tetapi yang menjadi kesalahan kita adalah ketika kekuatiran itu menguasai kita, sehingga kita tidak lagi dapat berharap, apalagi melihat kuasa Tuhan berlaku atas  kita. Kekuatiran itu adalah manifestasi ketidakpercayaan kita terhadap  pemeliaraan dan  penyertaan  Tuhan. 

Kekuatiran  pada akhirnya dapat menjadi tempat pijakan si iblis yang nantinya merupakan bentuk penjajahan dari si Iblis atas diri kita, dan kekuatiran juga yang membuat sukacita dan damai sejahtera dalam diri kita terhalau, dan membuat kita meragukan penyertaan dan kuasa Tuhan. Itulah sebabnya alkitab berkata pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh dan membinasakan (Yoh. 10:10)

Apa yang harus kita lakukan ketika kekuatiran itu datang ?. Sebagai orang percaya, seharusnya kita sudah mengetahui jawabannya! Mengapa? Karena Tuhan Yesus sendiri dengan tegas meminta kita agar kita tidak kuatir (Mat. 6:25-34)!. Dan meminta kita untuk menyerahkan segala kekuatiran kita kepada Dia (1 Petr. 5:7).

Jadi, adalah lebih bijaksana bagi kita untuk segera berdoa kepadaTuhan ketika kekuatiran datang menghampiri kita. Berdoa berarti  kita menyerahkan segala kekuatiran yang kita rasakan itu kepada Tuhan, dalam hal ini diperlukan kerendahan hati kita untuk mengakui bahwa Allah peduli, untuk mengakui akan kebutuhan kita dan mengakui keterbatasan dan ketidakmampuan kita, serta mengizinkan  Allah untuk menolong kita dengan cara-Nya sendiri!.

Yang perlu kita lakukan adalah tindakkan, bukan sikap pasif! Jangan menyerah pada keadaan, tetapi berserah kepada Tuhan yang mengendalikan keadaan.

Ingatlah, Tuhan tidak pernah memberikan kepada kita roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban (2 Tim. 1:7). Jadi, tidak ada alasan bagi kita untuk merasa kuatir, kekuatiran hanya akan berhasil menguasai kita ketika kita mengizinkannya untuk  menguasai  kita,  karena  kita  telah  meragukan  pimpinan  dan pemeliharaan Tuhan atas kita!. Jangan pernah ragukan penyertaan dan pemeliharaan Tuhan dalam hidup kita. [Sumber : R.A.B. - Pdt. Stephanus I.L./Foto : Istimewa].