Berita Bethel
Penulis: Pram (16/02/2019)

Lima Masalah dan Tantangan Generasi Muda

Rapat Kerja BSK [Bapa Sepanjang Kehidupan] yang dipimpin Pdt. Dr. dr. Dwidjo Saputro SpKJ, Ketua Pembinaan Keluarga BPH GBI, Ketua Pokja Keluarga GBI dan founder [pendiri] BSK digelar di Jakarta-Utara [Jumat, 15/2].

Hadir masing-masing Ketua BSK [Pdt. Hengky So, MTh], Deputi Litbang BSK [Pdm. Antonius Sitompul, Mth, SH], Departemen Networking BSK [Pdt. Togi Simanjuntak, MA]. Selanjutnya para Katalis BSK terdiri dari Pdt. Roni Taufik [Kalimantan], Pdt.Roditus Mangunsaputro [Banten dan Jakarta], Pdt. Yosep Antonius [Jawa-Barat], foto atas.

Pembahasan agenda rapat antara lain pengarahan dan pembinaan oleh Pdt. Pdt. Dr. dr. Dwidjo Saputro SpKJ. Pengarahan dan laporan kerja tahunan oleh Ketua BSK, pelaporan keuangan, laporan Unlimited Godly Generation [Pdm.Antonius Sitompul, MTh], pembahasan strategi dan rencana kerja BSK [Pdt. Togi Simanjuntak, MA].  

Usai sesi Raker, Pdt. Pdt. Dr. dr. Dwidjo Saputro SpKJ menggelar Pres Kon [foto bawah] mengatakan kepada para awak media bahwa BSK telah memberikan pelatihan kepada sekitar 90 % BPD-BPD GBI se-Indonesia dan BPLN GBI di luar negeri [Asia dan Australia]. Tidak hanya internal GBI saja, tetapi BSK telah memberikan pelatihan bagi lintas Sinode seperti gereja-gereja non-GBI di luar pulau Jawa, walau tidak dalam skala massif [besar].

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa membangun sebuah kehidupan [keluarga] akan dimulai dari Bapa, kemudian dilanjutkan dengan membangun generasi berikutnya yang berkualitas.

Lima masalah dan tantangan yang dihadapi oleh generasi muda secara universal menurutnya, terdiri dari masing-masing : 1. Keluarga yang mengalami keretakan [Broken Home].2. Pencarian jati diri. 3. Pergaulan yang buruk. 4. Merosotnya nilai luhur dan moral akibat perubahan nilai kehidupan [lingkungan / media]. 5. Tidak memiliki tujuan hidup [visi].

"Baby boomers generation gagal menjadi teladan buat next generation," ujarnya. Seharusnya, tambahnya seorang laki-laki harus menjadi seorang Bapa sepanjang kehidupan untuk masyarakat, kota dan bangsa.

Visi BSK ialah menjadikan laki-laki untuk menjadi Bapa Sepanjang Kehidupan bagi keluarga, masyarakat, kota dan bangsa. Sementara itu, Misi BSK yakni menggerakkan setiap laki-laki berfungsi menjadi Bapa yang mengerti tujuan dan panggilannya, untuk menjadi pemimpin yang mengasihi keluarganya dengan kasih Bapa.

Founder BSK kemudian mengatakan ada MOU antara PP Aisyiah dengan WBI BPH GBI pernah ditanda-tangani dan kala itu dihadiri oleh Menko Kesra, Agung Laksono, berkaitan soal keluarga ini.

Kegiatan lain BSK per tahun yakni KPK [Konferensi Pelayanan Keluarga] yang diisi dengan Pleno, kemudian lokakarya yang terdiri dari BSK, Parenting, Sekolah Minggu Sahabat Keluarga. Khusus para Wanita, pihaknya mengadakan sesi Wanita Cakap Berdampak [WCB]. Kemudian untuk anak-anak level youth, dikenal dengan kegiatan Unlimited Godly Generation.

Untuk materi pelatihan BSK terdiri dari enam pelajaran yaitu : 1. Siapakah diri kita. 2. Makna menjadi Bapa. 3. Panggilan menjadi Bapa. 4. Fungsi seorang Bapa. 5. Ciri keutamaan laki-laki sebagai Bapa. 6.Bapa sang pemenang.

Sembari mengutip sebuah artikel terbitan The Economist beberapa waktu lalu, Ketua Pokja Keluarga GBI ini mengatakan bahwa terjadi kemerosotan nilai-nilai kemanusiaan, khususnya pada diri laki-laki. Sebagai contoh, banyak perusahaan baik swasta maupun milik Pemerintah para wanita memegang tampuk sebagai pimpinan.

Bahkan, peranan seorang Bapa di Amerika-Serikat memunculkan suatu kondisi yang memprihatinkan. Seorang anak lahir tanpa memiliki Bapa, anak yang hidup tanpa kehadiran Bapa, Bapa hadir pada suatu keluarga tetapi Bapa ini tidak berfungsi.

"Ada juga keluarga yang berpusat pada pelayanan gereja, dibandingkan keluarga. Sehingga ada keluarga yang collaps [beranntakan, hancur] gara-gara hal ini," ujarnya prihatin.Diakhir Pres Kon, ia memberikan info perihal tema Bulan Keluarga GBI "Strong Family" yang akan dicanangkan pada bulan Juni 2019.