Berita Bethel
Penulis: Pram (18/02/2019)

Apa Itu Unicorn ?

Istilah unicorn sudah mulai familiar di telinga masyarakat. Namun, masih banyak yang belum mengetahui jelas tentang apa itu Unicorn. Ingin tahukah Anda tentang penjelasan lengkapnya? Redaksi Warta Ekonomi telah merangkumnya.

Melansir dari Hitenism.com Senin (18/2/2019), Unicorn merupakan istilah yang sangat familiar di dunia perusahaan rintisan atau startup. Unicorn memiliki definisi, yakni istilah yang digunakan untuk mengatergorikan start up yang memiliki nilai valuasi lebih dari US$1 miliar.

Tahukah Anda bahwa istilah unicorn ini pertama kali dilontarkan oleh Aileen Lee yang merupakan pendiri Cowboy Ventures. Melansir dari TechCrunch, Istilah itu pertama kali muncul ketika Cowboy Ventures membangun dataset perusahaan teknologi yang berbasis di AS saat Januari 2003.

Sejak membangun dataset tersebut, ditemukan 39 perusahaan yang memiliki nilai valuasi lebih dari US$1 miliar di AS, sehingga Lee menyebutnya sebagai unicorn sebab telah memenuhi kriteria.

Berbicara mengenai kriteria unicorn, suatu startup dapat masuk ke dalam golongan unicorn jika memiliki nilai valuasi lebih dari US$1 miliar. Nilai itu bisa didapatkan baik dari investor pasar publik maupun swasta. Merujuk data dari TechCrunch, Lee mengatakan, rata-rata membutuhkan waktu selama tujuh tahun lebih sebelum peristiwa likuiditas bagi perusahaan.

Co-founder startup yang berpendidikan tingggi dan berusia tiga puluhan ternyata juga bisa menjadi faktor pendukung untuk menjadikan perusahaannya membangun banyak kesuksesan dan masuk ke dalam kategori unicorn secepatnya.

Bukan hanya di luar negeri saja, di Indonesia juga sudah ada empat startup yang sudah dinobatkan sebagai unicorn. Keempat startup tersebut adalah Tokopedia, Go-Jek, Traveloka, dan Bukalapak.

Startup Indonesia yang pertama kali menyandang predikat unicorn adalah Go-Jek. Saat ini Go-Jek memiliki nilai valuasi sekitar US$4,8 miliar. Keberhasilannya itu semakin meroket setelah Google, Tencent, dan JD melipatgandakan investasi mereka.

Selain Go-Jek, ada Tokopedia yang belum lama ini mendapatkan suntikan dana dari investornya sehingga ia menjadi startup dengan top valuasi di Indonesia, yang bernilai sekitar $7 miliar.

Startup besutan Fery Unardi, Traveloka telah menduduki nilai valuasi lebih dari US$ 2 miliar atau setara dengan Rp26,6 triliun, namun terhembus kabar pula bahwa Traveloka sudah bertambah menjadi Rp61 triliun.

Dan yang keempat adalah Bukalapak, startup besutan Achmad Zaky ini baru masuk ke dalam kategori unicorn setelah mendapatkan suntikan dana dari investor dan memiliki nilai valuasi di atas US$1 miliar.[Sumber : wartaekonomi.co.id].