Berita Bethel
Penulis: Pram (18/02/2019)
Hasil Tes Kolesterol Naik Turun, Apa Solusinya ?

Kolesterol naik turun dapat menjadi asal mula serangan jantung dan stroke di kemudian hari. Apa yang bisa dilakukan sebagai solusinya ?.

Sudahkah Anda melakukan tes kolesterol dalam waktu dekat ini?. Bagaimana dengan hasilnya, apakah memuaskan? Jika ya, sebaiknya Anda jangan buru-buru senang dan terlena dengan keadaan. Sebab, hasil tes kolesterol tersebut sangat mungkin berubah menjadi sesuatu yang tidak Anda harapkan.

Di tes sebelumnya Anda mungkin mendapatkan nilai kolesterol yang normal. Namun di tes selanjutnya, bisa saja nilai tersebut berubah menjadi tinggi. Fakta medis menyebut bahwa kadar kolesterol yang tidak terjaga seimbang di rentang normal merupakan cikal bakal berbagai keadaan berbahaya, seperti serangan jantung, penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.

Anda tentu tak ingin berakhir pada keadaan tersebut, bukan? Jika memang demikian, berikut beberapa upaya yang bisa Anda lakukan:

1. Hindari lemak dan minyak. Untuk dapat terbebas dari belenggu hasil tes kolesterol yang naik turun, hal pertama yang harus dilakukan adalah menghindari sumber kolesterol itu sendiri. Daging berlemak, jeroan, butter, mentega, dan sejenisnya sebaiknya dikurangi atau dihindari sama sekali.

Selain itu, Anda juga sebaiknya tidak mengonsumsi makanan yang mengandung banyak minyak seperti gorengan. Anda tahu bahwa makanan yang sebenarnya sehat bisa berbalik menjadi jahat bila diolah dengan cara digoreng, bukan?

2. Perbanyak asupan sehat. Untuk melawan kolesterol jahat (LDL), Anda perlu pasokan kolesterol baik (HDL). Kolesterol baik bisa Anda temukan pada ikan laut, seperti salmon, tuna, makerel, atau kembung. Selain itu, Anda juga bisa menemukan kolesterol baik pada alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun.

Semakin banyak asupan lemak baik dari jenis makanan tersebut, semakin rendah pula nilai kolesterol jahat dalam tubuh Anda. Selain memperhatikan sumbernya, pastikan cara pengolahannya juga tepat.

Hindari mengolah ikan dan sumber makanan sehat lain dengan cara digoreng. Akan lebih baik bila Anda mengolahnya dengan cara direbus, ditim, atau dipanggang agar zat gizi dan kebaikan di dalamnya bisa tetap optimal.

3. Cukupi asupan serat. Asupan serat yang cukup tidak hanya diperlukan untuk melancarkan metabolisme tubuh, tapi juga untuk menjaga agar perut tidak terlalu kosong saat jam makan tiba.

Serat dapat ditemukan pada beras merah, roti gandum, sayur, dan buah-buahan. Sajian 5 porsi sayur dan buah adalah anjuran umum untuk memenuhi kebutuhan serat harian. Sajian tersebut dapat dibagi menjadi masing-masing 1 porsi setiap makan pagi, siang, dan malam, serta 2 porsi yang tersebar pada waktu ngemil di antara jam makan utama.

4. Olah raga rutin. Supaya kolesterol tetap stabil di rentang normal, olahraga rutin adalah kuncinya.  Penelitian telah membuktikan bahwa olahraga dan jenis aktivitas fisik lainnya mampu memperlancar metabolisme, sehingga lemak jahat yang masuk ke tubuh bisa segera dicerna dan dibuang.

Sebaliknya, jarang olahraga mengakibatkan metabolisme tubuh melambat sehingga lemak jahat akan semakin menumpuk dan berpotensi mengundang berbagai penyakit berbahaya.

Untuk menghindari naik turunnya nilai kolesterol, pastikan Anda berolah-raga 30 menit sehari setidaknya sebanyak 3 kali dalam seminggu. Tidak perlu olahraga berat, cukup lari pagi, bersepeda, berenang, atau melakukan aktivitas menyenangkan lainnya. Hal yang penting, dilakukan secara konsisten dan rutin.

Nilai kolesterol yang naik turun tidak boleh dibiarkan terjadi berkelanjutan. Ingat, berbagai penyakit berbahaya seperti penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke berawal dari kadar kolesterol yang berantakan. Jadi, kendalikan kadar kolesterol Anda supaya tetap stabil di rentang normal.[Sumber : www.klikdokter.com/Foto : Istimewa].