Berita Bethel
Penulis: Pram (19/02/2019)

Penuhilah Panggilan Pelayananmu !

Ketua Umum BPH GBI mengawali Rapat Koordinasi BPH-BPD GBI se-Indonesia dengan menyampaikan renungan Firman Tuhan di Graha Bethel, Jakarta [Selasa sore, 19/02]. Acara ini mulai tanggal 19 - 20 Februari 2019.

Ia membacakan nats 2 Tim 4 : 1-5 " Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:

Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.

Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!

Lebih lanjut, Pdt. Dr. Japarlin Marbun, ayat di atas adalah nasehat dan pesan Paulus yang kuat kepada Timotius. Firman Tuhan disampaikan Rasul Paulus dengan penekanan yang luar biasa [ayat 1]. Yesus akan menghakimi orang hidup dan mati. Termasuk diri Paulus juga.Pesan ini sangat aktual kepada kita semua yakni beritakanlah Firman Tuhan dan tegurlah yang salah.

Ayat 3 dituliskan bahwa akan datang waktunya orang tidak mau terima ajaran yang sehat, tapi untuk memuaskan telinga saja. Banyak orang mencari bahan-bahan pelajaran untuk bahan pelayanan tapi bukan untuk mencari kebenaran namun pembenaran.

Ia mencermati ada perilaku yang menyimpang dalam kehidupan sehari-hari.  Ada yang senang dengan cerita,dongeng di luar Alkitab bukan Firman Tuhan. Orang Kristen terbelah menjadi dua. Satu berdasarkan Alkitab dan satu tidak. Misalnya soal nikah-cerai, soal LGBT juga.

"Kita harus bisa menguasai diri. Pengajaran harus berdasarkan kebenaran [benar-benar betul]. Banyak orang berkompromi agar bisa meraih "win-win solution". Lakukanlah pemberitaan Injil, kita harus kerjakan sekuat-kuatnya dan terfokus ke hal ini sehingga bisa mencapai ke capaian-capaian yang besar. Musti kerja besar dan kerja keras, bukan kerja rutin alias biasa-biasa saja, bila mau mencapai tuaian yang besar," tegasnya.

Sebagai closing renungan, ia mengatakan GBI dituntut tetap fokus untuk beritakan Injil dan menunaikan tugas pelayanan, di tengah-tengah tantangan-tantangan yang semakin berat.

Data dari konferensi COG bulan lalu, persentasi orang percaya semakin menurun. Persentase orang yang belum mendengar Injil semakin meningkat. Gereja tidak fokus kepada Amanat Agung. Gereja banyak yang fokus bukan kepada core gereja.

"Diharapkan melalui Rakor ini, GBI akan lebih fokus selesaikan Amanat Agung, praktekkan dan hidup dalam Kuasa Roh Kudus" tutup Pdt. Dr. Japarlin Marbun.