Berita Bethel
Penulis: Pram (28/03/2019)

Syarat Pendirian dan Operasional PAUD

Kasubdit Peningkatan Kompetensi dan Kualifikasi Guru dan Tenaga Kependidikan PAUD dan Dikmas , Dr. Agus Rachman MPd [foto kiri] hadir pada sesi ketiga yang mengusung tema Dasar Hukum PAUD dan UU Perlindungan PAUD.Ia sebagai nara sumber pada Pelatihan Guru-Guru PAUD Bethel di Graha Bethel, Jakarta [Kamis, 28/3].

Dalam presentasinya, ia mengawali dengan pemaparan soal Kebijakan Dit. PGTK PAUD & DIKNAS : Peningkatan Kompetensi dan Kualifikasi Pendidik PAUD yang merupakan lingkup tugas Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan tentang Standar Nasional PAUD memuat syarat pendirian PAUD, tertuang dalam Permendiknas No. 137.  Selengkapnya, bisa di baca di PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137  TAHUN 2014 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI. Baca selengkapnya : http://luk.staff.ugm.ac.id/atur/bsnp/Permendikbud137-2014StandarNasionalPAUD.pdf

Dari data-data yang ia paparkan, terdapat data di Indonesia 1 guru tangani 16 anak. Sementara itu, Negara lain tangani 25 anak.Visi instansinya ialah terwujudnya guru dan tenaga kependidikan PAUD dan Diknas yang mulia, profesional, dan sejahtera. Selain itu, ia bicara soal misi, tujuan strategis dan tugas, kebijakan dan program.

Lebih lanjut, ia menjelaskan soal sasaran pembinaan yang terdiri dari guru dan pendidik lainnya dan tenaga pendidikan.Pendidik profesional terdiri dari masing-masing :  a. Guru adalah pendidik profesional [UU No. 14/2005 tentang guru dan dosen]. b. Professionalisme terkait erat dengan standar layanan PAUD. c. Capaian professional ter-indikasi pada STPPA [Standard Pencapaian Pendidikan Anak].

Pendidikan inklusif berdasarkan Permendiknas No. 70 Tahun 2009 tentang pendidikan inklusif menuntut kayanan pendidikan kepada Anak Berkebutuhan Khusus [ABK]. Guru PAUD musti belajar juga tentang ABK misalnya seorang anak autis.

Ia berpesan agar guru memperhatikan juga masalah [isu] stunting yakni jika ada anak-anak yang mengalami kekurangan gizi kronis, sel otak anak tidak berkembang, fisik terganggu, rentan terhadap penyakit. Gagal ikuti pendidikan dan ekonomi.

PAUD harus mengarah ke holistik dan integratif [HI]. Hal itu meliputi masing-masing : a. 4 aspek layanan [pendidikan, kesehatan, gizi dan pengasuhan]. b. Kebutuhan anak usia dini terkait dengan 4 layanan tersebut. c. Di negara maju, PAUD adalah PAUD HI. d. Memastikan pada satuan pendidikan diberikan 4 layanan tersebut.

Rekognisi Pengalaman Lalu [RPL]. Pendidik PAUD bisa mengambil pendidikan guru PAUD [S-1] yang bisa diambil di UT atau Universitas Terbuka. Permenristekdikti Nomor 26 Tahun 2016 tentang RPL tentang Rekognisi Pembelajaran Lalu [RPL]. Pengakuan atas pencapaian pembelajaran seseorang yang diperoleh dari pendidikan formal atau non formal atau pengalaman kerja.

Muatan kemaritiman [lautan] perlu dikenalkan di satuan pendidikan. Pendidik PAUD menggunakan media kelautan dalam kegiatan bermain AUD. Misalnya dengan metode menggambar lautan.

Pagu alokasi 2019 yang memuat soal Program Prioritas PAUD. Standar Nasional PAUD memuat syarat pendirian PAUD, tertuang dalam Permendiknas No. 137.  Sesi selanjutnya adalah tanya-jawab dengan peserta.